Banjir Merendam Lima Kecamatan di Lamandau Kalteng

Penyaluran bantuan sembako kepada para korban musibah banjir di Nanga Belantikan – Foto Ant

NANGA BULIK – Banjir merendam 14 desa dan dua kelurahan, yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Banjir tersebut terjadi, akibat meluapnya Sungai Lamandau menyusul hujan deras di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Desa Nanga Belantikan merupakan salah satu desa di Kecamatan Belantikan Raya yang terdampak banjir dan menyebabkan akses jalan darat terputus. Kita berdoa semoga airnya segera surut,” kata Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, di Nanga Bulik, Sabtu (27/6/2020).

Akibat dari banjir yang terus meluas, hingga menggenangi belasan desa di lima kecamatan, pemerintah kabupaten saat ini telah menetapkan status tanggap darurat banjir. Bupati Hendra menyebut, Pemerintah daerah telah menggelar rapat bersama Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), mengkoordinasikan penanganan dampak dari banjir tersebut. “Dalam rapat yang kita gelar diambil beberapa langkah mulai dari penyaluran bantuan sosial, penyiapan penampungan beserta dapur umum, serta penanganan dampak penyakit yang ditimbulkan serta langkah lainnya yang dianggap perlu,” tandasnya.

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu tak henti-hentinya mengimbau, masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya dari banjir. Termasuk risiko penyakit yang biasa muncul saat banjir melanda dan setelahnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Edison Dewel mengatakan, desa yang terdampak air luapan Sungai Lamandau di Kecamatan Bulik adalah, Kelurahan Nanga Bulik, Desa Bunut, Desa Sei Mentawa dan Desa Kujan. Kemudian di Kecamatan Belantikan Raya di Desa Nanga Belantikan.

Di Kecamatan Lamandau di Kelurahan Tapin Bini, Desa Penopa, Desa Sekoban, Desa Bakonsu/Sangkarapuyan, Desa Karang Taba dan Desa Sungai Tuat. Kemudian di Kecamatan Bulik Timur banjir melanda Desa Sungkup, Desa Nuangan, Desa Nanga Palikodan, dan Desa Peringatan. Di Kecamatan Menthobi Raya banjir terjadi di Desa Lubuk Hiju. “Dari lima kecamatan dan 14 desa serta dua kelurahan tersebut, ada sebanyak 723 Kepala Keluarga (KK) dan 1.069 jiwa yang terdampak banjir,” terangnya.

Dewel menyebut, pemerintah daerah akan membangun beberapa posko penanganan banjir, dengan posko induk di Kantor BPBD. Kemudian satu posko di gedung LKMD Nanga Bulik, serta posko di Desa Nanga Belantikan.

Saat ini telah disalurkan 172 paket bantuan, dan masih disiapkan penambahan bantuan yang akan didistribusikan ke kawasan terdampak hingga ke pelosok. “Sementara yang kita sudah salurkan di Kelurahan Nanga Bulik, Desa Bunut, Sungai Mentawaz dan Nanga Belantikan, dan kita masih usulkan penambahan sesuai data yang ada,” jelas Dewel. (Ant)

Lihat juga...