Waspadai Stres Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto,  di kantornya, Jumat (15/5/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Menjalani puasa di tengah pandemi Covid-19, membutuhkan stamina dan mental yang kuat. Selain harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, yang tidak kalah penting adalah menghindari stres.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan stay at home berpotensi menimbulkan kebosanan yang bisa berujung stres. Sehingga dibutuhkan kreativitas untuk membuat kegiatan di rumah menjadi menyenangkan.

“Di tengah pandemi Covid-19, kesehatan dan kebugaran tubuh harus dijaga. Dan, stres bisa menyebabkan kondisi tubuh menurun, karena itu harus dihindari,” kata Kadinkes, Jumat (15/5/2020).

Lebih lanjut Sadiyanto menjelaskan, banyak kegiatan di rumah yang bisa menjauhkan dari stres, misalnya dengan melakukan aktivitas olah raga, seperti senam ringan atau mengikuti instruktur senam melalui video, membersihkan rumah, mendampingi anak-anak belajar, beribadah dan lain-lain.

“Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di rumah, terlebih anak-anak kita juga tetap di rumah dan banyak tugas-tugas sekolah atau pun amaliyah Ramadan yang harus dilakukan oleh mereka, sehingga mendampingi mereka dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah juga akan menjadi kesibukan tersendiri,” terangnya.

Konsumsi makanan yang masuk juga sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Sadiyanto menyarankan, jangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan saat berbuka.

Namun, yang diutamakan adalah terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang serta kebutuhan air minimal 8 gelas per hari. Selain itu, juga disarankan untuk tidak terlalu banyak tidur pada siang hari.

“Kurang tidur bisa memicu stres, namun kebanyakan tidur juga tidak baik, jadi lebih baik tidur yang cukup,” pesannya.

Sementara itu, guru di SMP Boarding School Putera Harapan Purwokerto, Siti Nurjanah, mengatakan selama bulan Ramadan banyak kegiatan yang harus dilakukan siswa, dan Ramadan kali ini semua kegiatan dilakukan dari rumah. Misalnya, setiap pagi harus rutin menyetorkan hafalan surat-surat dan mulai minggu ini juga dilakukan pesantren Ramadan secara virtual.

Untuk pesantren Ramadan, kegiatan siswa dimulai dari qiyamullail, Salat Subuh berjemaah dan siswa ditugasi sebagai petugas adzan dan imam salat secara bergiliran di rumah masing-masing.

Kemudian dilanjutkan tadarus, bersih-bersih rumah dan ada juga kajian Ramadan yang  harus diikuti siswa melalui aplikasi zoom. Semua kegiatan tersebut harus dilaporkan kepada wali kelas melalui rekaman atau pun foto.

“Untuk kajian Ramadan, para siswa wajib membuat rangkungan pada tiap sesi. Kegiatan ini diharapkan bisa mengatasi kejenuhan anak-anak di rumah dan ibadah selama bulan puasa ini juga tetap terjaga dan terpantau,” tuturnya.

Lihat juga...