Dinkes Sumbar Sebut Isolasi Mandiri di Rumah, Berisiko
Editor: Koko Triarko
PADANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat menyebutkan ada celah terjadi penularan virus penyebab Covid-19 bagi orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah, untuk orang yang terpapar ringan Covid-19 .
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, efektif atau tidaknya isolasi mandiri untuk orang yang terpapar ringan Covid-19, memang belum bisa dipastikan. Sebab, tidak ada pengawasan khusus untuk orang yang melakukan isolasi mandiri itu.
“Yang melakukan isolasi mandiri di rumah itu disebut terpapar ringan, dan yang menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri itu dari pihak Puskesmas. Tapi kalau yang positif berat, baru dirawat ke rumah sakit,” katanya, Jumat (15/5/2020).
Ia menjelaskan, lebih amannya melakukan isolasi mandiri itu ada prosedur yang harus dilakukan sesuai protokoler kesehatan. Orang yang melakukan isolasi mandiri harus diberikan ruangan khusus.
Ruangan itu hanya ada satu orang yang melakukan isolasi mandiri, segala aktivitas dilakukan di dalam ruangan itu, baik mandi, makan, dan lainnya. Sementara untuk keluarga yang ada di rumah itu, jangan berinteraksi dengan pasien Covid-19 tersebut.
“Sekarang kan kita tidak tahu, apakah benar-benar sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan atau tidak. Jika si pasien tidak melakukan dengan baik isolasi mandirinya, terpaparlah seluruh isi rumah itu. Ini lebih gawat lagi,” ujarnya.
Menurutnya, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan isolasi mandiri di rumah. Pihak Puskesmas akan melihat terlebih dahulu kondisi rumah dari orang yang bersangkutan, jika ada ruangan yang bisa digunakan serta ketentuan lainnya dinilai layak, baru disarankan isolasi mandiri di rumah.
Tetapi bila tidak sesuai dan tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri, maka akan lebih baiknya dilakukan isolasi ke tempat karantina yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Saya malah menyarankan agar melakukan isolasi ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatra Barat yang berada di Padang Besi, Indarung Kota Padang. Di sana tinggal tidur dan berisirahat saja, karena semua keperluan dan kebutuhan disediakan di sana,” jelasnya.
Menurutnya, dengan melakukan isolasi ke BPSDM Sumatra Barat, bakal lebih menjamin perkembangan kesehatan dari pasien yang terpapar Covid-19 tersebut, ketimbang di rumah. Di sisi lain, jika melakukan isolasi ke BPSDM lebih meringankan keluarga yang ada di rumah, serta bisa memberikan rasa aman.
“Kalau di rumah, karena tidak pengawasan. Kita tidak tahu mana tahu ada anak-anak yang masuk ke ruangan khusus isolasi mandiri itu. Maka, saya bilang ada celah terjadi penyebaran virus bagi yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” sebutnya.
Sampai Kamis (14/5), jumlah orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah mencapai 73 orang. Mereka tersebar di sejumlah daerah seperti di Kota Padang ada 46 orang, Kota Payakumbuh 7 orang, Kabupaten Padang Pariaman 1 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 3 orang, Kabupaten Solok 1 orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 orang, dan di Kabupaten Dharmasraya sebanyak 14 orang.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Barat, Jasman Rizal, mengatakan, terkait kondisi hari ini Jumat (15/5/2020) ada penambahan warga Sumatra Barat yang terpapar Covid-19. Terhitung pukul 10.00 WIB ada 22(dua puluh dua) orang lagi.
Ia menjelaskan, 22 orang itu datang dari Kota Padang 19 orang dari cluster Pasar Raya, Kota Bukittinggi 2 orang, Kota Padang Panjang 1 orang. Sehingga total warga Sumatra Barat yang telah terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 sampai saat ini 393 orang.