Seorang ODP di Sikka Meninggal Dunia
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Seorang warga asal Kecamatan Lela berstatus ODP berinisial KA umur 52 tahun meninggal dunia di RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Almarhum tiba di kabupaten Sikka menggunakan kapal KM. Lambelu tanggal 24 Maret 2020 datang dari Kalimantan dan selama di Lela sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Nanga dan Puskesmas Lela kecamatan Lela.
“Tadi malam kondisinya memburuk sehingga dirinya dijemput tim Covid-19 kabupaten Sikka di rumahnya jam 8 malam dan dibawa ke RS TC Hillers Maumere. Tadi pagi jam 6 pasien meninggal dunia di rumah sakit,” sebut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Sabtu (9/5/2020).

Petrus menyebutkan, protokoler penanganan jenazahnya sesuai dengan prosedur penanganan jenazah Covid-19 dan akan dikuburkan di pekuburan keluarganya.
Kepala dinas kesehatan kabupaten Sikka ini menyebutkan, pasien saat awal tiba dengan kapal Lambelu telah menjalani pemeriksaan rapid test dan hasilnya reaktif.
“Hasil diagnosa dokter semalam menyebutkan pasien mengalami sakit asma akut. Pasien hendak dilakukan rapid test lagi namun sudah meninggal dunia,” sebutnya.
Sementara itu, dr. Asep Purnama, mengatakan, untuk warga yang memang berasal dari daerah terpapar statusnya masih dalam pemantauan termasuk yang menjalani karantina mandiri.
Meskipun hasil rapid test non reaktif namun perlu dilakukan pemeriksaan PCR agar bisa dipastikan apakah orang tersebut positif atau negatif Covid-19 supaya memudahkan dalam penanganannya.
“Kalau belum ada pemeriksaan PCR maka pasien belum bisa dipastikan statusnya positif Covid-19. Memang ada pasien ODP yang statusnya belum positif namun penanganan jenazahnya sesuai standar Covid-19 untuk antisipasi saja,” ungkapnya.
Data yang diterima Cendana News menyebutkan, saat dibawa ke RS TC Hillers Maumere pasien berinisial KA berumur 52 tahun tersebut memiliki suhu tubuh 38,5 derajat Celsius saat dilakukan pemeriksaan menggunakan thermo gun.
Pasien juga mengalami gejala batuk, pilek, sesak nafas serta komplikasi penyakit lainnya dan hasil diagnosa dokter Poli Umum RS TC Hillers Maumere dinyatakan Suspect Pneumonia Covid-19.