Pengiriman Sampel Swab dari Pulau Flores ke Kupang Tertunda

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Pengiriman sampel swab dari kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka serta 6 kabupaten lainnya di pulau Flores ke Kupang tertunda dikarenakan beberapa kabupaten belum melakukan pengambilan swab.

“Arahan dari pemerintah provinsi NTT harusnya hari ini sampel swab diambil. Namun beberapa kabupaten belum lakukan pengambilan swab sehingga hasil kordinasi tadi malam ditunda hingga besok,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka,Petrus Herlemus,Jumat (8/5/2020).

Seharusnya pengiriman sampel swab dari 9 kabupaten di pulau Flores dan Lembata sesuai jadwal akan dilakukan hari ini, Jumat (8/5/2020) melalui bandara Frans Seda, Maumere dan bandara Komodo, Labuan Bajo menggunakan pesawat carteran.

Petrus menyebutkan, sesuai rute keberangkatan pesawat yang disampaikan pemerintah provinsi maka dari Kupang pesawat akan ke bandara Komodo, Labuan Bajo untuk mengambil sampel swab dari kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Selanjutnya pesawat carteran tersebut jelasnya, akan bertolak ke bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu untuk mengambil sampel dari kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.

“Dari Sumba pesawat ke bandara Frans Seda,Maumere, untuk mengangkut sampel swab dari kabupaten Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo dan Ngada,” terangnya.

Dari Sikka sebut Petrus dengan jumlah terbanyak, ada 70 sampel, sementara Flores Timur dan Ende 2, Nagekeo dan Ngada paling banyak 5 dan Lembata hanya 1 sampel saja.

Total sampel swab yang dikirim dari bandara Frans Seda Maumere sekitar 90 sampel dan diperkirakan 2 hari sudah bisa diketahui hasilnya, karena sehari bisa 45 sampel swab yang diperiksa PCR di Kupang.

“Sampel dari Sikka yang terbanyak karena kami melakukan rapid test terhadap semua pelaku perjalanan. Kita sudah siap bila terjadinya hal yang terburuk sekalipun,” ungkapnya.

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka ini menambahkan, semua pelaku perjalanan yang berdasarkan hasil rapid test maka akan dilakukan pengambilan sampel swab untuk diperiksa agar diketahui diagnostiknya.

Sekertaris Daerah provinsi NTT, Benediktus Polo Maing menyebutkan, pengambilan sampel swab untuk kabupaten Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua akan dilakukan menggunakan kapal fery di wilayahnya masing-masing.

Sedangkan untuk kabupaten se-daratan Timor lanjutnya, seperti Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka dilakukan melalui jalur darat.

“Setiap kabupaten segera melakukan pengambilan swab dan mengirimkan ke tempat penjemputan Kabupaten yang menjadi titik penjemputan, agar bisa menerima dan menyimpan swab tersebut sesuai dengan standar penyimpanan,” harapnya.

Lihat juga...