Pemda Sikka Tutup Akses Darat Antar Kabupaten
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Pemerintah kabupaten Sikka merencanakan menutup transportasi darat antara kabupaten, baik dengan Ende maupun Flores Timur di pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penutupan dilakukan mengingat wilayah kabupaten Manggarai Barat di ujung barat pulau Flores sudah terdapat dua warga kluster Gowa yang positif, sementara hampir setiap kabupaten di Flores ada warga kluster Gowa.
“Kita juga akan melakukan penutupan transportasi darat antara Ende-Maumere dan Ende-Larantuka. Mungkin hari ini akan dikeluarkan suratnya,” kata ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Wilhelmus Sirilus, Sabtu (2/5/2020).
Hanya mobil pengangkut logistik, mobil pemerintah, Satgas Covid serta tenaga kesehatan yang menurut Sirilus diperbolehkan melintas, sementara mobil penumpang dan kendaraan lainnya tidak diperbolehkan melintas.
Kondisi ini diambil kata dia sebab kluster Gowa yang positif berada di pulau Flores dan ada yang sudah sebulan berada di daerah asalnya sehingga bisa mencegah adanya pergerakan pelaku perjalanan.
“Kita juga akan memperketat lagi pemberlakuan jam malam, sebab kondisi saat ini sudah mulai kendor, terutama setelah ada 19 orang hasil rapid testnya reaktif,” tegasnya.
Sirilus meminta agar semua pihak jangan lemah dan kendor dan harus menyatukan barisan untuk melawan Covid-19 yang kian menyebar agar tidak ada kasus positif di kabupaten Sikka.
“Kita harus tegas juga dan jangan dibiarkan sebab masyarakat kalau tidak tegas dan kendor lagi pengawasannya, maka mereka tidak mematuhi. Sudah banyak lagi yang membuka usaha lebih dari pukul 7 malam,” ungkapnya.
Sementara itu, dr.Asep Purnama ahli penyakit dalam RS TC Hillers Maumere yang menangani pasien Covid-19 meminta agar masyarakat mematuhi menggunakan masker, jaga jarak dan rutin cuci tangan.
Menurut Asep, warga juga harus menghindari kerumunan dan tetap berada di rumah bila tidak ada hal mendesak yang memaksa untuk keluar rumah, dan bila terpaksa maka wajib patuhi imbauan pemerintah.
“Kalau semua kita menjalankan langkah pencegahannya maka tidak ada kasus positif Covid-19 di kabupaten Sikka. Semua pihak harus patuh apalagi sudah ada kasus positif di pulau Flores,” tegasnya.
Asep berharap agar langkah yang dilakukan lebih tegas lagi apalagi eks penumpang Lambelu dan klsuter Gowa sebanyak 19 orang hasil rapid testnya reaktif.