Grafik Pasien Sembuh Covid-19 di Semarang Meningkat Tajam
Editor: Mahadeva
SEMARANG – Angka kesembuhan pasien positif covid-19 di Kota Semarang, terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, pada Kamis (7/5/2020) pukul 11.30 WIB, ada 173 orang yang telah dinyatakan sembuh.
Secara grafik, pasien sembuh dari covid-19 juga menunjukkan tren positif. Tercatat pada, 1 Mei 2020 ada 107 orang yang dinyatakan sembuh. Angka bertambah menjadi 132 orang pada 4 Mei 2020, kemudian bertambah lagi menjadi 155 orang pada 6 Mei 2020. Posisi terakhir pada Kamis (7/5/2020) ada 173 orang dinyatakan sembuh dari covid-19. Sementara, angka pasien positif covid-19 juga menurun drastis. Tercatat pada 3 Mei 2020 ada 105 orang yang dinyatakan positif terinfeksi.
Jumlahnya kemudian turun menjadi 80 orang pada 5 Mei 2020, hingga posisi terakhir pada Kamis (7/5/2020), ada sebanyak 75 orang pasien positif covid-19. Sementara angka kematian positif covid-19, tidak berubah, sejak 25 April hingga Kamis (7/5/2020), jumlahnya sebanyak 30 orang.
“Jika dilihat dari grafik, angka menunjukkan penurunan jumlah pasien positif. Sementara angka kesembuhan covid-19 semakin meningkat. Per hari ini (Kamis, 7/5/2020), ada sebanyak 173 orang yang dinyatakan sembuh dari covid-19. Sementara yang masih dirawat sebanyak 75 orang, mereka terdiri dari 58 orang dalam perawatan dan 17 perbaikan klinis,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam, di Semarang, Kamis (7/5/2020).
Tidak hanya itu, kabar baik juga terjadi dari sisi Orang dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang juga mengalami penurunan. Jika 27 April 2020, ada 651 orang ODP, maka angka tersebut menurun drastis menjadi 458 orang pada Kamis (7/5/S020). “Secara keseluruhan ODP ada 3.220 orang, dengan 2.762 sudah selesai menjalankan pemantaun, hingga terkini ada 458 ODP. Sementara, PDP juga menurun, jika pada tanggal 4 Mei 2020 ada 297 orang, per-Kamis (7/5/2020), ada 254 orang PDP yang masih menunggu hasil swab,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah tetap mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker hingga pembatasan sosial dan fisik. Masyarakat juga diharapkan untuk mau memeriksakan diri, jika ada gejala klinis terinfeksi covid-19. Termasuk jika pernah melakukan interaksi dengan orang yang dinyatakan positif covid-19, atau baru saja bepergian ke kawasan zona merah pandemi.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengapresiasi positif tren peningkatan angka kesembuhan, dan penurunan jumlah pasien positif covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut dinilai tidak lepas dari peningkatan kesadaran masyarakat untuk turut serta membantu mencegah penyebaran covid-19.
“Saya sampaikan terimakasih kepada para sedulur-sedulur semua, warga Kota Semarang, yang terus mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Salah satunya melalui kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), meski belum optimal 100 persen, namun hasilnya sudah terlihat,” terangnya.
Dengan data tersebut, Hendar optimistis, masyarakat setiap hari akan lebih disiplin mematuhi peraturan PKM. Masih ada tiga minggu untuk menerapkan pelaksanaan PKM, agar dapat berjalan efektif di Kota Semarang. “Masyarakat yang berkerumun atau nongkrong di tempat umum di jam pukul 20.00 WIB, sudah mulai berkurang dan mematuhi aturan. Mereka sudah memakai masker, dan menjaga jarak. Perubahannya sudah mulai terasa. Saya optimistis, meski belum 100 persen, setelah ini kita saling mengingatkan, sehingga bisa memutus mata rantai covid-19,”pungkasnya.