Bantuan Yayasan Damandiri untuk Bedah Rumah di DCML Madura Mencapai Rp736,5 Juta

Editor: Mahadeva

CILACAP – Sampai Kamis (7/5/2020), jumlah bantuan dari Yayasan Damandiri untuk program perbaikan atau bedah rumah warga di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap sudah mencapai Rp736,5 juta.

Bantuan tersebut diberikan kepada ratusan warga kurang mampu dalam bentuk lantainisasi dan jambanisasi. Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, bantuan dari yayasan besutan Presiden RI ke-2 tersebut, telah dimulai sejak 2017.

Pada awalnya kegiatan bedah rumah dilakukan untuk 10 unit rumah. Masing-masing rumah mendapatkan bantuan Rp15 juta. Di tahun berikutnya, ada lima rumah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi. “Program bantuan rehab rumah berlangsung selama dua tahun, di 2017, DCML Madura mendapatkan bantuan untuk 10 rumah dan di 2018 ada 5 rumah, total bantuan untuk rehap rumah Rp375 juta,” jelas Puji Heri, Kamis (7/5/2020).

Heri menyebut, dalam rapat di Gedung Granadi di akhir 2018 silam, disepakati bantuan rehab rumah diganti dengan program bantuan lantainisasi dan jambanisasi. Hal itu diharapkan dapat lebih memeratakan bantuan, sehingga semakin banyak warga yang tersentuh bantuan.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, saat di temui Cendana News, Kamis (7/5/2020) di kantor KUD. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, di 2019, DCML Madura mendapat bantuan lantainisasi untuk 220 unit rumah dan program jambanisasi 283 unit. Untuk lantainisasi, per rumah mendapat bantuan Rp1 juta. Sedangkan untuk jambanisasi per unit mendapatkan bantuan Rp500.000.

Sehingga total untuk lantainisasi bantuan senilai Rp220 juta, sedangkan untuk program jambanisasi mencapai Rp 141,5 juta. “Di 2019, DCML Madura mendapatkan alokasi bantuan senilai Rp361,5 juta untuk program lantainisasi dan jambanisasi. Sehingga total bantuan Yayasan Damandiri untuk perbaikan kondisi rumah warga di desa ini sudah mencapai Rp736.500.000,” terangnya.

Salah satu penerima bantuan bedah rumah, Nenek Atimah mengatakan, rumahnya sebelumnya hanya berlantai tanah dan berdinding bilik anyaman bambu. Nenek Atimah yang tinggal sendirian, selalu diliputi kecemasan jika turun hujan lebat, karena banyak atap rumah yang bocor.  “Sekarang rumahnya sudah nyaman, tidur jadi nyenyak tidak takut lagi rumah roboh dan kalau salat juga lebih enak, lantainya bersih, sudah bukan tanah lagi,” tutur nenek empat cucu tersebut.

Kondisi rumah Nenek Atimah sekarang sudah permanen dan berlantai semen. Rumah juga dilengkapi warung di bagian depan,sehingga bisa dimanfaatkan untuk berdagang di rumah.

Lihat juga...