Es Campur 20 Rasa, Isi Menyesuaikan Hati

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Manis, kecut, segar, menjadi beragam rasa yang ditawarkan Es Campur 20 Rasa. Sesuai namanya, tidak hanya satu, namun ada beragam rasa dan isian yang bisa dipilih.

Mulai dari kolang kaling, cendol, tape, kelapa, pepaya, melon, nanas, nangka, buah naga, mutiara, selasih, stroberi, alpukat, mangga hingga rumput laut dan cincau.

“Di tengah booming  kafe kopi, yang ada dimana-mana, saya mempunyai ide, bagaimana kalau membuat usaha es campur. Namun tetap harus berbeda, ada ciri khas tersendiri sekaligus milenial,” papar pemilik usaha Es Rainbow 20 Rasa, Ocky Devarismha di Semarang, Sabtu (9/5/2020).

Dipaparkan, dirinya memilih es campur sebab pangsa pasarnya masih terbuka. Penggemar minuman tersebut hampir dari seluruh lapisan masyarakat, umur hingga jenis kelamin.

“Penggemarnya banyak. Jadi saya memulai usaha ini,” terangnya.

Usaha yang baru dirintis pada awal bulan Ramadan 2020 ini, mendapat respon yang bagus dari konsumen. Setiap hari, tidak kurang dari 50 cup es campur bisa terjual secara online atau datang langsung ke depot es tersebut.

“Saat ini, depot 01 lokasinya ada di jalan Kendalisodo Bandungan, nanti menyusul lokasi lainnya di sejumlah kota, termasuk di Salatiga. Bahkan sudah ada beberapa permintaan untuk usaha waralaba atau franchise, namun masih belum saya terima. Masih pikir-pikir dahulu,” lanjutnya.

Ocky menuturkan, selain dari cita rasa dan isian, untuk menarik minat konsumen, dirinya menyematkan beragam nama minuman es campur yang unik dan menggelitik. Tengok saja es campur api cemburu, yang berisikan nutrijel tiga rasa, buah nangka, jeruk lemon, soda, gula dan jeruk. Rasanya, manis kecut, segar namun sedikit keras dari soda.

“Persis seperti api cemburu,” terang Ocky sembari tertawa.

Ada juga es campur sang mantan, dengan isian 20 butir kondiment ditambahkan susu kental manis, hingga es campur kenangan terindah, campuran dari selasih, kelapa muda, buah melon, hingga gula.

“Selain itu masih banyak varian lainnya, mulai dari es campur kejujuran hati, angin ribut, hingga es teh mama muda. Nama-nama ini kita pilih, memang untuk menarik pembeli. Bahkan ada pembeli yang bilang, mereka membeli isian sesuai dengan perasaan hati mereka,” terang pegawai salah satu hotel di Semarang tersebut.

Bagi Ocky, usaha tersebut menjadi ajang kreativitasnya menghadapi covid-19. Hal ini tidak terlepas dari lesunya perekonomian akibat pandemi tersebut, termasuk usaha perhotelan, yang selama ini digelutinya.

“Teman-teman yang lain banyak yang sudah dirumahkan, selama pandemi covid-19. Usaha es campur ini menjadi jalan untuk berkreativitas, agar bisa terus berkarya di tengah pandemi yang masih berlangsung,” tegasnya.

Di satu sisi, meski dengan beragam toping isian, namun harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. “Harga mulai Rp 15 ribu per cup. Sementara masih melayani di depot dahulu, ke depan kita juga sudah kerjasama dengan layanan ojek online, sehingga memudahkan konsumen,” tambah Fatmha Devitha, yang juga pemilik depot Es Campur 20 Rasa.

Fatmha Devitha, yang juga pemilik depot Es Campur 20 Rasa, menunjukkan salah satu varian depot es tersebut, di Semarang, Sabtu (9/5/2020). Foto: Arixc Ardana

Diterangkan, untuk menjaga rasa, beragam buah dan isian lain yang digunakan dipastikan dalam kondisi segar. “Termasuk untuk pemanis, hanya menggunakan gula pasir, susu dan sirup. Jadi tidak memakai pemanis buatan,” tandasnya.

Tidak hanya nama varian yang unik, moto yang mereka gunakan pun menggelitik. “Lihat, pesan, rasakan, tuman. Ini seperti kalimat veni, vidi, vici, harapannya konsumen melihat, kemudian memesan, setelah merasakan kesegarannya, mereka akan tuman atau kembali lagi untuk mencoba,” pungkas Fatmha.

Lihat juga...