Tagana Lamsel Bagikan 10 Ribu Nasi Bungkus saat Pandemi Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) telah membagikan sekitar 10.000 nasi bungkus selama masa krisis Coronavirus Disease (Covid-19). Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel menyebut operasional dapur umum lapangan (Dumlap) tetap menyediakan nasi bungkus hingga tanggal 22 April mendatang.

Sebanyak 10.000 nasi bungkus yang dibagikan menurutnya terhitung sejak Senin (30/4) hingga Kamis (16/4). Jumlah tersebut didistribusikan kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lamsel. Sebab meski sejumlah ASN diminta melakukan kegiatan bekerja dari rumah (work from home) sejumlah pegawai tetap piket di kantor.

Dumlap Tagana Lamsel menurut Hasran Hadi juga menyediakan nasi bungkus bagi tukang ojek dan buruh harian. Rata-rata dalam sehari personil menyediakan sebanyak 800 hingga 925 nasi bungkus. Hingga pekan kedua ia memastikan telah mendistribusikan sebanyak 10.400 bungkus dengan rata rata 800 bungkus perhari. Penyediaan nasi bungkus diberikan untuk membantu ASN yang tetap bertugas di kantor.

“Sejumlah ASN yang bekerja sesuai jadwal piket sejak masa pandemi Covi-19 sulit mencari makanan akibat rumah makan, warung makan tutup sehingga sesuai arahan bapak bupati sebagai pembina Tagana dumplap tetap dioperasikan sebelum bulan puasa Ramadan,” terang Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (16/4/2020).

Hasran Hadi (kanan), Sekretaris Taruna Siaga Bencana Kabupaten Lampung Selatan memasak nasi untuk sejumlah ASN piket di lingkungan Pemkab Lamsel selama masa pandemi Covid-19, Kamis (16/4/2020). -Foto Henk Widi

Pengoperasian Dumlap oleh Tagana Lamsel dilakukan untuk membantu meringankan pengeluaran ASN, tukang ojek dan buruh harian. Sebab sejumlah petugas kebersihan yang merupakan tenaga harian lepas bertugas di lingkungan Pemkab Lamsel. Selain itu sejumlah tukang ojek pangkalan pada area perkantoran Pemkab Lamsel masih bekerja untuk mengantar sejumlah ASN.

Masa bekerja dari rumah menurut Hasran Hadi yang berlaku sejak 24 Maret mengacu pada surat edaran bupati Lamsel nomor: 060/1502/2020 hingga batas waktu tidak ditentukan. Meski sebagian ASN melalukan WFH sebagian yang tetap menjalankan tugas piket mendapat bantuan logistik makanan siap santap. Data ASN, tukang ojek dan tenaga harian lepas mencapai 900 orang per hari.

“Data pegawai yang berdinas akan dilaporkan setiap hari dan rata rata perhari bisa mencapai 800 hingga 900 orang yang mendapat jatah nasi bungkus,” bebernya.

Protokol kesehatan selama bertugas di Dumlap menurut Hasran Hadi tetap dijalankan. Saat bertugas personil yang berjumlah sekitar 20 orang dianjurkan selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun. Kepada sejumlah ASN yang menerima pendistribusian nasi bungkus ia juga meminta agar mencuci tangan dengan sabun,menjaga jarak.

Dalam sehari Hasran Hadi menyebut anggota bertugas memasak nasi,lauk dan sayur. Rata rata dalam sehari Dumlap bisa menghabiskan puluhan kilogram beras, puluhan kaleng sarden dan ratusan bungkus mi. Pendistribusian yang merata agar jumlah yang dibagikan sesuai membutuhkan keahlian dari para personil Tagana Lamsel. Sebab selama ini personil telah berpengalaman dalam penyediaan dumlap saat terjadi bencana alam.

“Personel Tagana Lamsel yang bertugas pada dumlap telah puluhan kali bertugas memasak sehingga bisa memperkirakan kebutuhan,” cetusnya.

Kegiatan menyiapkan nasi bungkus menurutnya bertujuan membantu sejumlah pihak yang tetap bekerja. Ia menyebut personil akan berhenti bertugas hingga Rabu (22/4) mendatang. Sebab sesuai jadwal pada Jumat (24/4) sudah memasuki bulan suci Ramadan sehingga kebutuhan makanan tidak diperlukan lagi.

Animan, salah sati juru masak menyebut selama dua pekan bertugas ia memastikan personil melakukan tugas dengan disiplin. Sebab sejumlah logistik yang harus disiapkan dalam jumlah banyak. Pembagian tugas mulai dari penyiapan bahan mentah,proses pengolahan hingga pengemasan dibutuhkan kerja sama tim. Pengalaman menangani konsumsi pengungsi tsunami, korban banjir dan bencana alam lain menjadikan tim bekerja solid.

Lihat juga...