Petugas Kesehatan di Bakauheni Tetap Disiagakan Meski Mudik Dilarang

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang di Bakauheni tetap menyiagakan petugas kesehatan meskipun larangan mudik diberlakukan mulai hari ini, Jumat (24/4/2020).

Suwoyo, koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang yang disiagakan di pelabuhan Bakauheni untuk pemeriksaan kesehatan kru kapal dan pencegahan Corona, Jumat (24/4/2020). Foto: Henk Widi

Suwoyo, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyebutkan, sebanyak 24 personil meliputi dokter, sanitarian, perawat tetap ditempatkan di sejumlah titik. Di antaranya loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki reguler dan dermaga eksekutif.

Masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) personel yang bertugas dibekali dengan alat pendeteksi tubuh (thermal gun). Selain itu pemeriksaan kesehatan bagi pekerja pelabuhan, anak buah kapal (ABK) tetap rutin dijalankan, tak terkecuali para penumpang.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak ASDP Bakauheni yang telah menyediakan klinik sebagai ruang observasi, terutama jika diduga mengalami gejala batuk dan memiliki suhu tinggi,” terang Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (24/4/2020).

Petugas KKP dalam menjalankan tugas menurutnya telah dilengkapi alat pelindung diri (APD), meliputi coverall suit, masker, sarung tangan. Pemeriksaan penumpang dilakukan juga di atas kapal.

“Saat ditemukan ada penumpang di atas kapal yang memiliki gejala panas, batuk dan bersuhu tinggi harus dilaporkan ke petugas KKP,” tegas Suwoyo.

Sesuai kebijakan kapal yang akan berlayar, harus memiliki health declaration atau pernyataan kesehatan. Pernyataan kesehatan yang diberikan oleh petugas KKP menjadi izin bagi kapal untuk kembali berlayar. Sesuai protokol kesehatan sejumlah kapal juga telah diwajibkan untuk melakukan proses disinfeksi rutin.

Hasan, salah satu petugas pelayanan movable bridge (MB) dermaga dua mengaku penumpang pejalan kaki terlihat sepi. Semenjak larangan mudik, mulai Jumat (24/4) pukul 00.00, ia memastikan jumlah penumpang asal pelabuhan Merak ke Bakauheni menurun. Dalam satu pelayanan kapal saja ia menyebut normalnya mencapai sekitar 100 orang penumpang, kini hanya sekitar 10 penumpang.

“Awal puasa Ramadan banyak warga enggan melakukan perjalanan sekaligus larangan mudik,” cetusnya.

Meski sejumlah penumpang pejalan kaki berkurang ia menyebut layanan pelabuhan tetap berjalan normal. Pemeriksaan kesehatan bagi penumpang dengan protokol kesehatan tetap diberlakukan. Sejumlah tempat cuci tangan, hand sanitizer disediakan. Berkurangnya jumlah penumpang membuat potensi antrian berkurang. Sebab selama larangan mudik hanya dioperasikan sebanyak 22 unit kapal dari biasanya mencapai 32 unit kapal.

Lihat juga...