Kemunculan Orca di Anambas Diduga Akibat Pengaruh Iklim Global
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
JAKARTA — Salah satu peneliti di Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Dharmadi menyebutkan, munculnya sekawanan Orca di sekitar Taman Wisata Perairan (TWP) Anambas, Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) beberapa waktu lalu diduga karena pengaruh iklim global, yang menyebabkan hewan yang disebut juga Paus Pembunuh itu mengalami disorientasi.

Selain itu perairan Indonesia juga diketahui memiliki kelimpahan sumber daya ikan sehingga membuat Orca bermigrasi untuk mencari makan ke perairan tropis. Kejadian perilaku Orca mencari makan di perairan Indonesia juga tercatat pada penelitian yang berlokasi di Laut Sawu pada Juli dan Desember 2019.
Dari sudut pandang oseanografi, Widodo Pranowo peneliti bidang oseanografi BRSDM KKP menjelaskan, ikan yang menjadi mangsa Orca memerlukan daya dukung hidup, seperti plankton yang melimpah.
Namun konsentrasi khlorofil sesaat Laut Kepulauan Anambas pada tanggal 1-6 April 2020 diprediksi hanya sekitar 0,2 hingga 0,4 miligram per meter kubik.
Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi khlorofil secara realita di Perairan Laut Anambas hanya menyediakan 20 persen dari teori yang ada.
Munculnya sekawanan Orca di sekitar Taman Wisata Perairan (TWP) Anambas, Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) beberapa waktu terekam melalui ponsel Aldi Pratama, seorang nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas dan sempat viral melalui akun media sosial.
Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru pun sudah melakukan penulusuran terkait kebenaran video yang beredar di media sosial dan dibenarkan oleh Aldi, bahwa dalam video tersebut terlihat sekitar tujuh ekor Orca pada pukul 12.00 WIB.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Aryo Hanggono menjelaskan kemunculan Orca di sekitar TWP Anambas mengindikasikan wilayah perairan Anambas memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi.
“Dengan kondisi keanekaragaman hayati yang tinggi, sangat tepat bila wilayah ini perlu dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi dengan fokus pengembangan konservasi berbasis ekowisata di belahan barat NKRI, ini menjadi peluang bagi Pemerintah,” papar Aryo di Jakarta, Jum’at (24/4/2020).
Pihaknya mendorong Provinsi Kepulauan Riau mengalokasikan sebagian ruangnya untuk konservasi dan mewujudkan ke dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil (RZ WP3K).
“Munculnya Orca di perairan Anambas bisa menjadi indikasi bahwa, wilayah perairan tersebut subur, banyak sumber makanan yang pada gilirannya dapat meningkatkan sumberdaya perikanan sebagai sumber pangan. Sesuai dengan target SDGs 14 artinya Indonesia memiliki asset pangan yang baik,” ungkap Aryo.