Kreativitas Orangtua Dibutuhkan Selama Masa Belajar di Rumah

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Masa belajar di rumah secara oline atau dalam jaringan (daring) sejak awal Maret hingga awal April masih berlangsung. Imbas pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) anak anak yang sudah tidak melakukan kegiatan belajar di sekolah selama satu bulan berpotensi alami kebosanan. Meski demikian kreativitas orangtua diperlukan atasi hal tersebut.

Iin Mutmainah, founder Komunitas Dongeng Dakocan Lampung saat dikonfirmasi menyebutkan, orangtua dituntut kreatif dalam menemani aktivitas anak, salah satunya dengan mendongeng. Kegiatan ini bisa dijadikan variasi pembelajaran saat berada di rumah.

Menurut Iin Mutmainah, kegiatan bercerita atau mendongeng di rumah meski dengan membaca akan menarik. Pesan moral dan nilai edukasi dari sebuah dongeng bisa disampaikan secara atraktif dan interaktif. Saat ini ia menyebut kisah dongeng selain dari buku bisa ditemukan pada laman internet dengan berbagai kisah dari Indonesia.

“Selama masa belajar di rumah bagi siswa saat ini diwajibkan menonton program salah satu televisi nasional pada jam tertentu, namun kegiatan belajar nonformal oleh orangtua tetap bisa dilakukan agar anak bertambah wawasannya,” terang Iin Mutmainah saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (16/4/2020).

Iin Mutmainah menambahkan dongeng bisa divariasikan dengan kegiatan menggambar atau melukis. Pada satu contoh, dongeng tentang tokoh yang hidup di pedesaan anak bisa menggambarkan suasana alam pedesaan. Kegiatan itu bisa menumbuhkan kontak emosi yang baik antara orangtua dan anak.

“Kegiatan mendongeng tentunya hanya salah satu variasi agar anak anak tetap bertumbuh ide dan gagasan meski tidak berada di sekolah,” cetusnya.

Mengacu pada surat edaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung nomor : 420/1010/V.02/2020 selama masa darurat Covid-19 kegiatan belajar masih akan berlangsung hingga 22 April mendatang. Selanjutnya tanggal 23 April sampai dengan 25 April 2020 libur sekolah awal puasa Ramadhan 1441 Hijriyah.

“Variasi dongeng, buku bacaan dan bahan bacaan harus disiapkan dengan baik agar anak tetap semangat belajar di rumah,” beber Iin Mutmainah.

Rohana, salah satu orangtua anak yang duduk di bangku PAUD, SD dan SMP menyebutkan, jam efektif mengajak anak anaknya. Dilanjutkan dengan menemani anak bermain dan menonton program belajar.

“Bagi anak saya yang duduk di SD dan SMP semula belajar daring, lalu diwajibkan menonton program belajar dari TVRI sesuai jadwal,” cetusnya.

Selama waktu luang wanita yang juga guru PAUD Sinar Harapan itu mengisi kegiatan anak anak dengan dongeng, membaca dan menggambar. Selain anaknya sebagian rekan sebaya sang anak kerap datang ke rumahnya.

Kegiatan mendongeng menurutnya mendorong keingintahuan anak. Rasa penasaran tersebut akan dilanjutkan dengan membaca buku dongeng. Ia juga meminta anak anak menggambar atau mewarnai sehingga cara belajar yang dilakukan tidak membosankan.

Kegiatan belajar di rumah dengan kreativitas orangtua menurutnya harus dilakukan semenarik mungkin. Sebab anak anak yang gampang bosan lebih tertarik untuk bermain.

Lihat juga...