KKP Lakukan Pencarian Nelayan di Laut Natuna

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Search and Rescue (SAR) masih melakukan upaya pencarian terhadap nelayan pelaku ilegal fishing yang tenggelam di Laut Natuna Utara beberapa waktu lalu saat dilakukan penangkapan oleh KP Orca 03.

“Upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan instansi terkait lainnya baik yang berasal dari Indonesia maupun negara tetangga merupakan bagian dari operasi kemanusiaan,” ungkap Tb Haeru Rahayu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, KKP, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Rabu (29/4/2020).

Tb Haeru Rahayu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). –Dok: CDN

Dikatakan bahwa di luar insiden perlawanan serta illegal fishing yang dilakukan nelayan berbendera asing, KKP tetap mengedepankan aspek humanitas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen pemberantasan illegal fishing.

Menurutnya joint rescue ini merupakan bagian dari tindakan kemanusiaan dan bentuk keprihatinan atas insiden tenggelamnya KIA berbendera Vietnam tersebut. Tb juga memuji soliditas aparat di lapangan yang telah bersama-sama bahu membahu dalam pelaksanaan SAR yang dilakukan.

Menurut Tb, kebersamaan ini menunjukkan bahwa semua instansi memiliki concern yang sama bahwa saat ini prioritasnya adalah SAR. ”Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TNI AL, BAKAMLA, BASARNAS, dan tentu Coast Guard Vietnam serta Basarnas Malaysia,” ujar TB.

Terpisah, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa selain joint rescue, KKP juga telah melakukan serangkaian upaya kaitannya dengan SAR kapal yang tenggelam tersebut.

”Selain dengan KP. Orca 03, KP. Orca 02, KP. Hiu Macan dan KP. Hiu Macan Tutul 02 yang bersama-sama dengan KMN Pulau Nipah (BAKAMLA) dan KRI Bontang (TNI AL). Kami juga menggunakan pesawat air surveillance untuk melakukan penyisiran di lokasi,” jelas Ipung.

Ia menjelaskan bahwa setelah kejadian tenggelamnya kapal berbendera Vietnam tersebut, langsung berkoordinasi dengan BASARNAS untuk meminta rilis berita permintaan SAR kepada Command Center BASARNAS, yang kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi antara pihak BASARNAS dan SAR Malaysia serta newsletter permintaan SAR kepada kapal-kapal yang berada di sekitar area tersebut.

“Hal ini menunjukkan bahwa kita sama sekali tidak abai atas insiden kemanusiaan yang terjadi tersebut. Semua aparat di lapangan masih terus berupaya melakukan hal terbaik kaitannya dengan pencarian dan penyelamatan awak kapal yang tenggelam tersebut,” pungkas Pung.

Untuk diketahui, 1 Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam tenggelam di Laut Natuna Utara pada tanggal 20 April 2020. Kapal tersebut melakukan upaya perlawanan dengan manuver berbahaya dan menabrakkan kapal mereka dengan KP. Orca 03 milik KKP yang akan melakukan Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan.

Joint Rescue tersebut melibatkan Ditjen PSDKP-KKP, BASARNAS, TNI AL, Coast Guard Vietnam dan Basarnas Malaysia masih berusaha melakukan penyisiran di lokasi tenggelamnya kapal BD 92039 TS yang tenggelam pada saat melakukan perlawanan ketika akan ditangkap oleh KP. Orca 03.

Lihat juga...