Kematian Akibat Corona di Amerika Lampaui 20.000 Kasus

Seorang pria dengan sepedanya berada di jalan Las Vegas saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut, di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Jumat (10/4/2020) – Foto Ant

CHICAGO – Angka kematian pasien COVID-19 di Amerika Serikat (AS) mencapai 20.223 kasus per Sabtu (11/4/2020). Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di dunia, menurut catatan situs penyedia data pandemi virus corona worldometers.info.

Angka yang tinggi itu mungkin saja bisa menjadi salah satu pertanda, bahwa pandemi ini akan segera mencapai puncaknya. Mengingat kasus kematian per hari di AS sempat mencapai hampir 2.000 kasus selama empat hari berturut-turut. Italia melaporkan angka kematian tertinggi kedua di dunia dengan jumlah 19.468 kasus. Sedangkan Spanyol setelahnya dengan jumlah 16.535 kasus.

Populasi masyarakat di AS terhitung sebanyak lima kali lipat dibandingkan jumlah populasi Italia, dan mendekati tujuh kali lipat dibandingkan Spanyol. Para pakar kesehatan masyarakat telah memperingatkan, bahwa kasus kematian yang terjadi di AS dapat melonjak hingga 200.000 kasus pada musim panas jika perintah berdiam di dalam rumah dicabut setelah 30 hari diberlakukan.

Perintah tersebut mulai diterapkan beberapa pekan belakangan ini, di 42 dari 50 negara bagian di AS. Dan kebijakan tersebut bagaimana pun berdampak di sisi ekonomi secara tidak ringan. Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan 20 juta orang kehilangan pekerjaannya per akhir bulan ini. Secara global, kini virus corona telah menjangkiti lebih dari 1,7 juta orang dengan hampir 108 ribu kasus berujung pada kematian. (Ant)

Lihat juga...