Kader Jumantik di Ketapang Lamsel Diminta Tetap Bekerja
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Merebaknya kasus epidemi Coronavirus Disease (Covid-19) tidak lantas membuat warga lalai terhadap pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Terutama saat musim penghujan yang sangat berpotensi terjadinya genangan air.
Samsu Rizal, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, program satu dusun satu jumantik masih tetap berjalan meski ada wabah Covid-19.
Langkah yang dilakukan kader menurutnya dilakukan dengan sejumlah metode. Pemantauan langsung ke rumah warga yang berpotensi memiliki genangan air hingga dengan imbauan kepada pemilik rumah menerapkan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).
“Larangan melakukan physical distancing saat Covid-19 bisa disiasati dengan aplikasi. Kader jumantik bisa memaksimalkan aplikasi WhatsApp,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (3/4/2020).
Kader jumantik pada sebanyak 17 desa yang ada di Kecamatan Ketapang menurutnya tetap difungsikan. Sebab hingga akhir Maret kasus DBD di wilayah Ketapang mencapai angka sekitar 20 kasus.
“Semangat upaya pencegahan Covid-19 diharapkan bisa diterapkan juga dalam mencegah penyakit DBD,” cetusnya.
Ia menyebut pencegahan virus DBD masih bisa dilakukan secara kasat mata. Sebab sejumlah potensi genangan air berupa kolam, sampah botol, pot bunga lokasi bertelur nyamuk bisa dibersihkan oleh warga.
Desi Novita, bidan Desa Sumur yang ditempatkan pada pulau Rimau Balak menyebutkan, kader Jumantik tetap diaktifkan karena warga setempat masih kuatirkan dengan virus DBD. Sebab potensi hujan yang masih terjadi berimbas pada sejumlah genangan pada kolam, bak air sebagai tempat bertelurnya nyamuk.
“Sejumlah kader jumantik yang juga kader Posyandu terus rutin melakukan pemantauan agar tidak ada jentik nyamuk,” beber Desi Novita.
Wilayah pulau yang tidak memiliki potensi kunjungan orang dari luar wilayah membuat pencegahan Covid-19 bisa dilakukan. Meski demikian sejumlah langkah dalam upaya pencegahan dilakukan dengan prosedur karantina mandiri bagi yang berasal dari wilayah lain.
Madroi,camat Kecamatan Ketapang menyebut peran aktif kader Jumantik mutlak dilakukan. Sebab wilayah Ketapang yang berada di pesisir pantai Timur masih menjadi daerah rawan penyakit DBD.
“Jangan sampai karena hanya fokus pada penanganan Covid-19 setiap desa lupa virus DBD,” terangnya.