Jumlah Warga Sumbar yang Positif Covid-19 Terus Meningkat
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PADANG — Dari waktu ke waktu jumlah warga Sumatera Barat yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 terus meningkat. Angka terakhir hingga Kamis (2/4) kemarin, 13 warga Sumatera Barat harus di rawat di ruang isolasi sejumlah rumah sakit.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, Alwis mengatakan, biasanya update data kondisi Covid-19 di Sumatera Barat pada situs corona.sumbarprov.go.id paling lambat pukul 15.00 Wib. Namun melihat pada data hari kemarin, jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Barat bertambah dibandingkan hari sebelumnya. Bisa dikatakan per hari itu, ada penambahan 1 orang warga yang positif terpapar virus Covid-19.
“Jadi kemarin ada 13 orang yang positif. Kali ini, pasien yang dinyatakan positif seorang laki-laki berumur 56 tahun asal Kota Bukittinggi,” katanya, Jumat (3/4/2020).
Alwis menjelaskan pasien itu merupakan suami dari pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini dirawat di RSUP Achmad Mochtar. Pasien dinyatakan positif setelah keluarnya hasil uji sampel di laboratorium Universitas Andalas Padang pada Rabu (1/4) malam.
“Pasien positif itu sudah lama dirawat di RSAM Bukittinggi. Sebelumnya, istrinya juga dinyatakan positif dan sekarang keadaanya sudah berangsur membaik. Begitu juga suaminya yang baru dinyatakan positif, kondisinya juga telah berangsur membaik. Ia diduga terpapar saat acara di Malaysia,” ujarnya.
Berdasarkan data Covid-19 Provinsi Sumatera Barat kemarin, sebanyak 2.937 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dimana 1.889 orang proses pemantauan, 1.048 orang telah selesai pemantauan.
Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) totalnya 61 orang,13 orang masih dirawat, 47 orang telah pulang dan sehat, sementara 1 orang meninggal. Sementara kasus terkonfirmasi Covid-19 Provinsi Sumbar telah 13 kasus positif, yakni 8 orang dirawat, 4 isolasi dari rumah, dan 1 orang meninggal dunia.
Dari 13 kasus positif Corona saat ini, di Padang, 6 yang positif, satu di antaranya meninggal dunia. Kemudian Bukittinggi 3 kasus dan Pesisir Selatan 2 kasus positif Corona. Tanah Datar dan Pariaman masih 1 kasus positif Corona. Sementara daerah lainnya, masih dinyatakan aman, atau hingga saat ini belum ada yang positif.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan mengingat situasi Covid-19 terus meningkat dari waktu ke waktu, maka tahun ini dipastikan tidak ada lagi Safari Ramadhan. Soal anggarannya, dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Irwan menyebutkan, persoalan dipastikan tidak ada Safari Ramadhan pada tahun ini, juga telah dikoordinasikan dengan sesama Forkopimda. Seiring ditiadakannya Safari Ramadhan itu, maka kemungkinan salat tarwih juga ditiadakan.
“Soal kepastian salat tarwih di rumah saja, akan ada pengumuman lanjutan, mengingat beberapa hari kita bersama akan melaksanakan puasa Ramadhan,” ujarnya.
Tapi, melihat dari maklumat Kapolri dan juga imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar masyarakat tidak membuat keramaian dan melakukan jaga jarak, Ramadhan tahun ini salat tarwih nya sebaiknya di rumah saja.