Defisit APBN di Kuartal I 2020 Capai Rp76,4 Triliun

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini, Jumat (17/4/2020) kembali melaporkan kinerja dan fakta APBN 2020 hingga akhir kuartal I, Maret 2020. Dari sisi defisit anggaran tercatat sebesar Rp76,4 triliun atau 0,45 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Realisasi defisit tersebut masih lebih rendah dari posisi Maret 2019, yang tercatat sebesar Rp103,1 triliun atau 0,65 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan defisit terjadi karena realisasi pendapatan negara lebih rendah dari belanja. Pada Maret 2020, pendapatan negara baru mencapai Rp375,9 triliun atau 16,8 persen dari target di APBN 2020 yang sebesar Rp2.233,2 triliun.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pendapatan tumbuh 7,7 persen.

“Ini (kenaikan pendapatan) bukan berasal dari kegiatan ekonomi. Ini karena ada pergeseran pembayaran dividen dari BUMN kita sehingga PNBP melonjak. Bank-bank BUMN kita melakukan RUPS lebih awal dan membayarkan dividen pada Maret,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (17/4/2020) di Jakarta.

Adapun penerimaan pajak turun 2,5 persen menjadi Rp241,6 triliun. Sementara, capaian PNBP melesat 36,8 persen menjadi Rp96 triliun.

Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp452,4 triliun atau 17,8 persen dari target APBN 2020 yang sebesar Rp2.540,4 triliun. Realisasi belanja tersebut tumbuh 0,1 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan belanja terjadi karena peningkatan belanja K/L yang cukup tajam yaitu mencapai 11 persen menjadi Rp143 triliun. Lalu, belanja non K/L juga tumbuh 2,2 persen menjadi RpRp134,9 triliun,” tandas Menkeu.

Khusus untuk dana transfer ke daerah, realisasinya merosot 8,8 persen menjadi Rp174,5 triliun.

Lebih lanjut, keseimbangan primer minus Rp2,6 triliun pada Maret 2020. Walaupun masih minus, realisasi itu jauh lebih baik dibandingkan dengan posisi Maret 2019 yang minus Rp32,5 triliun.

Sementara, pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp74,2 triliun pada akhir bulan ketiga lalu. Angkanya jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, Rp177,9 triliun. Pembiayaan anggaran pada awal tahun ini setara 24,2 persen dari asumsi APBN 2020 yang ditetapkan sebesar Rp307,2 triliun.

Lihat juga...