Bantul Buka Layanan Drive Thru Rapid Test COVID-19

Layanan drive thru rapid test COVID-19 di halaman Dinkes Bantul, DIY, Rabu (29/4/2020) – Foto Ant

BANTUL – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta membuka layanan drive thru rapid test COVID-19 di halaman instansi setempat. Dan Rabu (29/4/2020), dari layanan tersebut tidak ditemukan petugas pemerintah setempat yang terindikasi positif terpapar corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, drive thru rapid test telah dibuka pada 28 April dan 29 April. Kegiatannya menyasar petugas lapangan yang bersentuhan dengan orang berisiko tertular corona, seperti BPBD, TRC, Dinas Sosial dan petugas lembaga pemasyarakatan.

“Jumlah yang kita rekap dari drive thru rapid test Selasa (28/4/2020) ada 204 orang, dengan hasil semua negatif. Rabu (29/4/2020) belum selesai semua, dan akan kita laksanakan besok lagi,” kata Sri Wahyu, yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul.

Selain layanan di halaman Dinkes Bantul itu, Gugus Tugas melalui puskesmas-puskesmas juga melakukan rapid test corona terhadap pelaku perjalanan dari daerah terjangkit. Termasuk menyasar warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif, dan beberapa diantaranya menunjukkan positif.

Untuk kasus COVID-19 di Bantul yang dilaporkan per 29 April adalah, pasien yang sedang rawat inap untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 13 orang, pasien konfirmasi positif tujuh orang, dan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada dua orang.

Dari tujuh pasien positif, tiga pasien diantaranya merupakan warga Kecamatan Banguntapan, sementara dari Kecamatan Kasihan satu orang, kemudian dari Kecamatan Sewon dua orang, dan dari Kecamatan Piyungan satu orang. Rumah sakit yang merawat pasien positif adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito satu orang, RS Bethesda satu orang, Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul empat orang dan Rumah Sakit Penembahan Senopati satu orang.

Sampai dengan Rabu (29/4/2020), Gugus Tugas belum bisa mengatakan bahwa di Bantul ada transmisi lokal atau penularan ke orang lain di daerah itu. Yang terjadi diklaim hanya penularan terbatas yang terjadi di dalam lingkungan area keluarga. “Kalau pelaku perjalanan kita ketahui kemarin ada yang sempat positif kemudian menularkan kepada istri dan anaknya. Kita harapkan semoga penularan yang meluas tidak akan terjadi di Bantul,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...