Polda Jateng Terapkan ‘Maximum Security’ pada Gelaran Pilkada

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol H Rycko Amelza Dahniel menyatakan, pihaknya menerapkan maximum security pada 21 kabupaten/kota di wilayah Jateng yang saat ini sedang dalam proses gelaran pilkada. Sejauh ini, kondisi di Jateng masih kondusif dan belum ada gejolak yang berarti.

“Sekarang sedang proses penjaringan calon dan sekaligus para bakal calon ini sudah mulai melakukan sosialisasi. Dan kita instruksikan kepada seluruh jajaran polres yang di wilayah sedang pilkada untuk ikut mengawal dan memastikan semua proses tahapan berjalan aman dan kondusif,” kata Kapolda Jateng, usai menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri tahun 2019/2020 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Senin (2/3/3030) siang.

Kapolda Jateng, Irjen Pol H Rycko Amelza Dahniel, Senin (2/3/2020) di SPN Purwokerto. -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, Polda Jateng sudah berpengalaman mengawal proses pemilu serentak tahun lalu dan semua berjalan dengan kondusif. Prestasi tersebut, lanjut Kapolda, harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga sekecil apapun potensi kerusuhan yang mungkin timbul harus dilakukan antisipasi.

“Pendaftaran pasangan calon nanti pada 16 Juni 2020, dan semua proses kita kawal dan terapkan sistem pengamanan secara maksimal,” tegasnya.

Untuk mewujudkan pilkada yang kondusif, Kapolda Jateng, juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat Jawa Tengah. Kapolda juga mendorong adanya pemberitaan pilkada yang konstruktif dan kondusif, sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Sementara itu Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, tahapan pilkada di Kabupaten Kebumen sampai saat ini berjalan dengan aman dan kondusif. Pihaknya mengedepankan sinergitas antara Polri dengan TNI serta Forkompinda, sehingga pengamanan serta informasi intelijen bisa maksimal.

“Kita mempunyai personel sebanyak 850 orang dan akan kita kerahkan semua untuk menjaga kondusifitas Kebumen, jika masih dibutuhkan back up, maka kita sudah komunikasi dengan Polres-polres yang berbatasan dengan Kebumen, seperti Polresta Banyumas dan Polres Purwokrejo,” terangnya.

Menurut Rudy, kunci utama untuk mewujudkan pilkada damai adalah netralitas dari TNI, Polri serta Forkompinda. Sehingga ia selalu menekankan kepada anggota untuk bersikap netral.

Sementara itu, pelantikan dan pengambilan sumpah Diktukba Polri diikuti oleh 660 siswa. Usai pelantikan, mereka diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan di hadapan kapolda Jateng. Berbagai atraksi ditampilkan mulai dari kekuatan tubuh, tangan serta kaki dengan memecahkan genteng, hingga mematahkan baja, kemampuan dalam menempak, menangani aksi demonstrasi dan lain-lain.

Di akhir acara, orangtua siswa diberi kesempatan untuk maju dan menjemput anaknya masing-masing, Hingar-bingar lapangan SPN Purwokerto, seketika berubah menjadi suasana penuh haru dan tangis.

Lihat juga...