Ribuan Pasien Periksa Darah Gratis di Laboratorium Dinkes Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Dinas Kesehatan (Dinkes) menyediakan laboratorium untuk pemeriksaan darah secara gratis guna pendeteksian dini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sedang mengganas di Kabupaten Sikka.

Pemeriksaan darah secara gratis ini dilakukan mengingat banyaknya masyarakat yang memeriksanakan darahnya sejak merebaknya virus DBD yang menyebabkan banyak laboratorium dipenuhi masyarakat yang ingin memeriksakan darahnya.

“Pemeriksaan darah harus dilakukan sejak dini setelah ada gejala demam agar bisa dideteksi apakah terserang DBD atau tidak,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat ditemui Cendana News, Senin (2/3/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui Cendana News di kantornya, Senin (2/3/3030). -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Petrus, sebelum  bulan Februari, mobil laboratorium berkeliling ke setiap wilayah dimana kunjungan pasien DBD-nya banyak sehingga mobilnya standby di Puskesmas tersebut.

Tapi karena dilihat pasien banyak berjubel di labortorium di kota Maumere sebutnya, maka laboratoriumnya standby di samping kantor Dinas Kesehatan agar masyarakat bisa memeriksakan darahnya bila mengalami gejala demam berdarah.

“Selama bulan Februari sudah diperiksa 3.018 pasien yang datang dan diperiksa secara gratis. Kita membantu masyarakat yang tidak punya uang dimana satu sampel pemeriksaan Rp370 ribu sehingga sebulan  sudah rata-rata dana masyarakat yang bisa dihemat sekitar Rp1 miliar lebih,” jelasnya.

Hari Jumat (28/2/2020) tambah Petrus, alat untuk pemeriksaan darah  sudah tiba dari Surabaya sehingga tidak mengalami over kapasitas lagi dan kemarin saja ada 200 pasien yang dilayani alatnya tidak mengalami kendala.

Operasional alatnya sebutnya,  dilakukan 24 jam selama 7 hari tanpa libur sehingga masyarakat yang datang kapan saja bisa dilayani secara cepat dan gratis agar bisa pasien bisa dideteksi secara dini apakah terserang demam berdarah atau tidak.

Korban yang meninggal lanjutnya, sejak bulan Januari sudah mencapai 11 orang dimana sesuai kromologisnya korban terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa apakah terserang demam berdarah atau tidak.

“Saya sudah menginstruksikan agar anak yang terserang demam harus dicurigasi terserang DBD sebelum dilakukan pemeriksaan darah secara lengkap.Ini penting agar sejak dini diketahui dan ditangani supaya tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Lukas Lura, warga Desa Gera Kecamatan Mego Kabupaten Sikka yang ditemui Cendana News di laboratorim Dinas Kesehatan mengaku datang memeriksakan anak balitanya karena mengalami gejalan demam.

Tidak lama menunggu, kata Lukas, dirinya bersama sang isteri yang mengantar sudah bisa mengetahui hasilnya dimana anaknya dinyatakan tidak terserang DBD sehingga dirinya pun merasa lega.

“Di lingkungan sekitar rumah saya sudah banyak yang terkena DBD dan dirawat di rumah sakit dan Puskesmas. Makanya saya membawa anak untuk diperiksa kesehatannya apalagi tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Lihat juga...