Perempuan Lamsel Turut Berperan di Sektor Kelautan
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Kaum perempuan turut mendukung sektor budi daya kelautan di pesisir pantai timur Lampung Selatan, salah satunya memperlancar rantai distribusi kerang dan produk kelautan lainnya seperti rumput laut.
Rasadah, perempuan di Dusun Sukabandar,Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, mengaku bekerja sebagai pengepul kerang, seperti kerang putih, kerang darah, dan kerang hijau.
Berbagai jenis kerang tersebut dikumpulkan untuk dibeli oleh sejumlah perempuan, seharga Rp5.000 per kilogram, kemudian dijual seharga Rp10.000 ke sejumlah warung penyedia boga bahari (seafood). Peranan kaum perempuan diakui Rasadah memperlancar proses rantai distribusi.

Dalam sehari, permintaan kerang putih, kerang darah dan kerang hijau mencapai satu kuintal. Setidaknya ada enam hingga delapan perempuan setiap hari berkumpul di pantai Sukabandar.Sejak pagi, pencari kerang akan menaikkan ke darat dengan hasil rata-rata mencapai 30 kilogram.
“Kaum perempuan memiliki jejaring pemilik warung makan,restoran yang menyediakan menu kerang putih, darah dan hijau sehingga memperlancar pasokan untuk sumber penghasilan membantu ekonomi keluarga,” terang Rasadah, Minggu (8/3/2020).
Rasadah menyebut, perempuan yang membantu laki-laki tidak hanya mengumpulkan kerang tangkapan. Sebab jenis kerang hijau (Perna viridis) menjadi salah satu hasil budi daya warga di Desa Legundi. Saat masa awal budi daya,sejumlah perempuan akan melakukan pengikatan ban bekas pada tonggak kayu. Pekerjaan dengan sistem upah harian sebagai sumber penghasilan.
Saat masa panen kerang hijau, sejumlah perempuan bekerja melepas kerang hijau. Kerang hijau yang dilepas dari media tanam ban rata rata mencapai berat 10 kilogram setiap tonggak. Meski demikian, kaum perempuan akan membantu proses panen setiap delapan bulan sekali.
“Kami diupah sesuai volume kerang hijau yang berhasil dipanen, sehingga kami mendapat penghasilan tambahan,” cetusnya.
Asih, pemilik usaha budi daya rumput laut putih (Eucheuma spinosum) mengaku memberdayakan kaum perempuan di wilayah itu. Menanam sebanyak seratus jalur dengan panjang tali tambang mencapai 40 meter, proses penanaman pemanenan butuh tenaga perempuan. Sejumlah perempuan akan bertugas membersihkan rumput laut yang dipanen, membersihkan botol pelampung.
“Saat proses penanaman kembali, kaum perempuan akan dilibatkan dalam pengikatan bibit rumput laut,” cetusnya.
Asih menyebut, sejumlah perempuan akan diupah sebesar Rp5.000 sekali proses pengikatan bibit. Hal yang sama akan dilakukan pada proses pemanenan.
Pada satu kali proses pekerjaan, sejumlah perempuan akan mendapat upah rata-rata Rp50.000 hingga Rp70.000 per hari. Upah tersebut cukup menjanjikan, dan kaum perempuan membantu sektor budi daya rumput laut.
Amran Hadi, pemilik budi daya kerang hijau, juga mengatakan rumput laut sangat didukung kaum perempuan. Ketua nelayan budi daya kelompok Sinar Semendo itu mengaku bisa memberdayakan sekitar 20 hingga 30 perempuan.
Proses pembibitan, pemanenan akan dilakukan melibatkan sejumlah perempuan. Saat masa pengikatan bibit hingga pemanenan berlangsung maksimal sebulan sekali.
“Perempuan sangat membantu sektor budi daya kelautan jenis rumput laut, kerang hijau sebagai sumber penghasilan tambahan,” beber Amran Hadi.