Polresta Banyumas Libatkan Ojol Kampanye ‘Safety Riding’
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Polresta Banyumas merangkul komunitas ojek online (ojol) untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas. Keanggotaan ojol di Banyumas yang sampai 4.000 lebih dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, menjadikan mereka dianggap efektif menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu-lintas.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu-lintas dan sejak awal 2020 ini relatif sudah menurun.
Dari data Sat Lantas Polresta Banyumas, jumlah korban meninggal dunia (MD) pada Januari 2020 ada 28 orang dan pada Februari menurun menjadi 22 orang.
“Kecelakaan ini didominasi dari sepeda motor dengan pengendara usia di atas 30 tahun, sehingga kita merangkul komunitas ojek online. Mereka yang banyak melayani penumpang, berinteraksi langsung dengan berbagai golongan masyarakat, sehingga bisa ikut mengkampanyekan safety riding,” terang Kapolresta Banyumas, Minggu (8/3/2020).

Untuk penyebab kecelakaan, didominasi oleh faktor human eror, pengendara pada suatu waktu tertentu mengalami titik kelelahan. Dan, awal dari semua kecelakaan adalah pelanggaran terhadap prosedur aman berlalu-lintas.
Lebih lanjut Whisnu menjelaskan, Polda Jateng mempunyai program Sebar Emas atau Sehari Bersama Elemen Masyarakat, dan Polresta Banyumas mewujudkan dengan membuat program Jaga Kasih atau jangan lagi ada korban kecelakaan dari sedulur terkasih.
Ada tiga program yang dilakukan dalam program tersebut, mulai dari pendataan, kemudian Dikmas dengan menggandeng Rumah Sakit Dadi Keluarga dan terakhir penindakan.
“Penindakan ini merupakan bentuk dari cara Polri menjaga keselamatan masyarakat. Sebab, di jalan, sekecil apa pun kesalahan bisa berakibat fatal. Penindakan biasanya dalam bentuk razia dan sejenisnya,” terangnya.
Salah satu pelaku ojek online, Sidi, warga Kelurahan Pancurawis, Kecamatan Purwokerto Selatan, mengatakan, selama dua tahun menjadi ojol, baru kali ini ada pembinaan langsung dari Polresta Banyumas terkait keselamatan berlalu-lintas.
“Kami dari ojol sangat mendukung program Jaga Kasih yang dicanangkan Bapak Kapolresta Banyumas. Ini sangat bermanfaat bagi kami yang setiap hari berada di jalanan,” tuturnya.
Acara peluncuran program Jaga Kasih yang berlangsung di kantor Sat Lantas Polresta Banyumas ini, diakhiri dengan joget tik-tok bersama polisi dengan ojol.
Joget tik-tok ini membawa pesan keselamatan berlalu-lintas, dengan memperagakan gerakan dilarang menggunakan HP saat berkendara.
Pada kesempatan tersebut Kapolresta Banyumas juga sempat membawakan beberapa lagu untuk menghibur dan menjalin keakraban dengan para ojol.