Maret Bulan Pak Harto, Ada Kado Istimewa dari Dubai
JAKARTA — Perayaan Maret sebagai bulan Pak Harto tahun ini terasa istimewa. Selain beragam aktivitas digelar sebulan penuh untuk mengenang Presiden kedua RI, juga ada kado istimewa datang dari Dubai, Uni Emirat Arab.
Buku Pak Harto Footmarks on Postage Stamps berhasil meraih medali Vermail pada ajang kompetisi filateli negara-negara Arab, Stamp Exhibitions EPAEX2020, di Dubai, 3-7 Maret 2020. Buku terbitan Yayasan Harapan Kita pada 2018 ini diikutsetakan dalam kompetisi EPAEX2020 oleh Soehardjo Soebardi, salah satu filatelis terkemuka Indonesia.
“Ini merupakan penghargaan bergengsi dalam dunia literatur filateli,” demikian ujar Mahpudi, penulis buku tersebut yang juga menjadi National Commissioner Indonesia pada kompetisi dimaksud, seperti dalam rilis yang diterima Cendana News, Selasa (10/3/2020).
Lebih lanjut Mahpudi mengungkapkan, buku setebal 300 halaman itu memuat hasil riset tentang kiprah Presiden Soeharto dalam membangun bangsanya, sebagaimana ditampilkan dalam prangko-prangko yang diterbitkan oleh administrasi pos Indonesia sepanjang 1965-1998. Memang, masih menurut Mahpudi, pada masa Orde Baru prangko secara intensif dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan.
Masih menurut Mahpudi, keikutsertaan buku Pak Harto dalam EPAEX2020 juga dimaksudkan untuk mengenalkan sosok dan pemikiran Bapak Pembangunan Nasional kepada warga dunia, khususnya di Timur Tengah.
Selama ini, sebutnya, dunia kurang mengenal pemikiran, kiprah dan karya Pak Harto dalam memimpin Indonesia. Padahal, seperti yang dimuat dalam buku ini, warga dunia juga bisa mengambil hikmah dan belajar banyak tentang kepemimpinan dan pembangunan dari Presiden Soeharto.
“Sebut saja keberhasilan peraih Nobel ekonomi tahun 2020 berkat studinya tentang pembangunan SD Inpres. Melalui buku ini, usaha mengenalkan pemikiran dan kiprah dimaksud optimis bisa diwujudkan,” sebut Mahpudi.
Kompetisi EPAEX2020 digelar oleh Asosiasi Filateli Uni Emirat Arab, diikuti oleh 8 negara yakni UAE, Arab Saudi,Bahrain, Kuwait, Irak, Oman, dan dua negara tamu yakni Australia dan Indonesia.
Fadli Zon, ketua umum Perkumpulan Filatelis Indonesia(PFI) mengemukakan bahwa Indonesia secara aktif mengirim para filatelis anggotanya ke berbagai ajang kompetisi dunia.
“Ini salah satu bentuk diplomasi antarbangsa yang cukup efektif dalam membangun saling pengertian dan pemahaman antar-warga dunia. karena hobi mengoleksi prangko adalah salah satu hobi universal, hampir di setiap negara ada penggemarnya. Bahkan, umumnya para pemimpin bangsa memiliki koleksi prangko yang bergengsi,”jelasnya.
Selain medali Vermail untuk buku Pak Harto dalam kategori literatur, Indonesia juga berhasil meraih medal Gold untuk kategori Postcard oleh Fadli Zon dengan koleksi The Netherlands Indies Picture Postcard, medali Vermail untuk kategori youth oleh Alfatah Putra Anda dengan koleksi BBM King Willem III Postal Stasionery, medali large silver oleh Zara Saladina untuk kategori youth dengan koleksi Fine Feathered Friends on the Wind, dan Shafa Sabila Fadli meraih medali large vermeil pada kategori youth dengan koleksi Postal Cards of Netherlands Indies.