Buku Pak Harto Karya Mahpudi Sabet Medali di World Stamp Exhibition London 2022

cendananews.com – Buku berjudul 50 Soeharto’s Initiatives for Indonesia & the World on Postage Stamps karya Mahpudi, meraih medali Silver pada World Stamp Exhibition – London 2022 (9-26/2/2022).

Penghargaan prestisius ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, mengingat dalam seleksi awal buku yang memuat 50 tonggak pencapaian Presiden ke-2 RI dalam membangun Indonesia, menjadi satu-satunya buku yang lolos untuk mengikuti event yang digelar di Business Design Center London oleh Federation Internationale de Philatelique (FIP).

Penyerahan medali digelar di Guildhall oleh the Royal Philatelic Society London.

Salah satu keunggulan buku setebal 221 halaman ini ialah memuat ratusan prangko dan sampul bertandatangan Pak Harto (otograf) koleksi Soehardjo Soebardi.

Menurut  dewan juri, sampul-sampul otograf tersebut menjadi salah satu kekuatan buku yang diterbitkan oleh Yayasan Harapan Kita Jakarta pada 2017.

Keberhasilan buku ini menggenapi prestasi sebelumnya di Wuhan, China pada tahun 2019. Saat itu, Buku Pak Harto juga meraih medali Silver.

Mahpudi, Penulis Buku 50 Soeharto’s Initiatives for Indonesia & the World on Postage Stamps dengan medali Silver yang diraihnya pada London2022 (26/2/2022). Dok: Pri.

Indonesia pada London2022 berhasil meraih 2 medali Gold, 2 medali  Vermeil, dan 1 medali Silver.

Ketua umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Fadli Zon, berhasil meraih medali Gold pada kategori Postal History, melalui koleksinya berjudul The Netherlands Indies Postal Cancellation 1789-1914.

Filatelis senior Tono Dwi Putranto, sukses di kategori Aerophilately dengan menyabet Medali Large Gold dengan koleksi berjudul The Development of KLM and KNILM Operation in The Netherlands Indies 1920-1942.

Sedangkan Shafa Sabila Fadli, sukses di kategori Postal Stasionery meraih Large Vermeil dengan koleksi Stasionery Postal Cards of Netherlands Indie. Disusul Gita Noviandi dari kategori tematik yang meraih Vermeil lewat koleksi One World-One Promise.

Hal membanggakan diperoleh dari koleksi remaja Indonesia yang  mampu menembus dominasi Eropa.

Dinda Alisha Rahima dengan koleksi berjudul The Feather Friends berhasil meraih Gold di kategori tematik usia 13-15 Tahun, bahkan meraih the Best Youth Collection.

Sementara, Erina Firdausi Zahra  dengan koleksi berjudul Postal Stasionery of Dutch East Indies Face of King Willem III 1874-1900 meraih medali Large Vermeil.

Gita Noviandi, National Committee dari Indonesia menerima medali London2022 untuk The Best Youth Collection dan menjadi satu-satunya perwakilan Asia yang berhasil menerobos dominasi Eropa (26/2/2022). Dok: Pri.

Dan, Zara Saladina Fadli mendapatkan Vermeil untuk kategori tematik kelas 13-18 tahun dengan koleksinya berjudul The History of Aviation.

Bagi Para filatelis, mengikutkan koleksinya pada pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional merupakan puncak aktivitas dalam menekuni hobi mengumpulkan prangko.

Pada acara itu, koleksi- koleksi para filatelis dari 12 kategori bukan hanya dipajang, tapi juga dinilai oleh dewan juri.

Untuk itu, tak sedikit filatelis yang berjuang mengumpulkan koleksi selama bertahun-tahun dan melakukan riset mendalam agar karyanya berhasil menyabet medali terbaik.

Lihat juga...