Cuaca Buruk, KMP Munic 9 Tabrak Gangway Pelabuhan Bakauheni
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Imbas cuaca buruk di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan (Lamsel) kapal Munic 9 tabrak gangway dermaga 2 pelabuhan Bakauheni.
Imbas insiden tersebut terjadi kerusakan bagian atap, pagar gangway dan fasilitas di gangway dermaga dua.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV, Iwan Syahrial, saat dikonfirmasi Cendana News menyebut insiden itu imbas cuaca buruk.

KMP Munic 9 yang hendak sandar di dermaga dua tersebut diduga terimbas angin kencang, alun kuat. Imbas angin kencang, alun kuat tersebut nahkoda tidak bisa mengendalikan olah gerak.
Imbasnya bagian pagar pembatas (railing) pada haluan kapal mengalami kerusakan. Beruntung akibat insiden tersebut tidak ada korban jiwa dan layanan kapal tetap berjalan normal.
Akibat insiden KMP Munic 9 tersebut sementara waktu KSOP Kelas IV Bakauheni meminta kapal melakukan labuh jangkar (anchor). Anchor dilakukan bagi kapal tersebut usai melakukan proses sandar untuk menurunkan penumpang pejalan kaki, kendaraan.
Pihaknya menyebut masih akan melakukan pendataan manifest kendaraan, penumpang dan penyidikan lebih lanjut.
“Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dalam dua pekan terakhir memang sedang tidak bersahabat namun imbauan kepada nahkoda telah dilakukan untuk waspada, berhati-hati saat olah gerak di dermaga,” terang Iwan Syahrial saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Senin (9/3/2020).
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang perairan bisa mencapai 3 meter. Selain gelombang yang tinggi kondisi angin kencang dan alun gelombang berpotensi mengganggu aktivitas kapal.
Sejumlah nahkoda diimbau untuk waspada saat olah gerak di alur masuk dan keluar pelabuhan menghindari insiden.
Usai insiden KMP Munic 9 tersebut Iwan Syahrial menyebut, pelayanan kapal di semua pelabuhan Bakauheni berjalan normal.
Sekitar 28 kapal roll on roll off (roro) beroperasi rata-rata dalam sehari. Meski kondisi cuaca tidak bersahabat ia mengimbau agar nahkoda bisa memperhatikan cuaca di Selat Sunda. Sebab setiap hari prakiraan cuaca dari BMKG maritim Lampung selalu disampaikan kepada perusahaan pelayaran.
“Saat kondisi cuaca tidak bersahabat semua nahkoda harus waspada dan rutin komunikasi dengan Ship Trafic Control,” tegas Iwan Syahrial.
Kondisi cuaca yang ekstrem dan kurang bersahabat diakui Iwan Syahrial berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah kapal yang melayani alur Selat Sunda dari Bakauheni ke Merak menurutnya harus selalu memperhatikan kondisi cuaca.
Sebab perubahan cuaca di perairan Selat Sunda bisa berubah sewaktu-waktu terutama jelang sore hingga malam hari.
Terkait insiden KMP Munic 9 tabrak gangway dermaga dua, Saifulail Maslul menyebut terjadi kerusakan pada gangway.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni itu menyebut kerusakan terjadi pada atap gangway bagian ujung, railing gangway bengkok dan dudukan gangway bergeser dari posisinya.
Petugas teknik masih melakukan proses pengecekan pada fasilitas yang dipakai untuk penumpang pejalan kaki tersebut.
Saifulail Maslul menyebut sebanyak 28 kapal yang beroperasi tetap beraktivitas seperti biasa. Namun KMP Munic 9 yang mengalami insiden sementara waktu diistirahatkan untuk pengecekan.
Kerusakan pada fasilitas gangway menurutnya akan segera diperbaiki karena dermaga dua menjadi dermaga reguler bagi penumpang pejalan kaki.