Bupati Sikka Minta Distan Bergerak Cepat Atasi Ulat Grayak

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Untuk mengatasi serangan hama ulat Grayak yang merusak tanaman jagung di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Bupati Sikka meminta dinas pertanian (distan) bertindak cepat mengatasinya.

Pemda Sikka juga sedang menunggu cuaca beberapa hari ke depan, agar bisa melakukan program penanaman kembali tanaman bukan jagung, tetapi tanaman lain seperti kacang hijau.

“Kita juga berharap dinas pertanian bisa berkonsultasi dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), agar segera mengambil langkah-langkah terbaik,” kata Bupati Sikka, Sabtu (1/2/2020).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Mauritz da Cunha, saat ditemui di lahan jagung, desa Watuliwung kecamatan Kangae, Sabtu (1/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Terkait adanya bantuan pestisida pembasmi hama dari dinas pertanian NTT, Robi, sapaannya mengatakan, dengan cuaca yang panas, tanaman jagung akan mati kalau terkena semprot obat.

Saat disebutkan mengenai permintaan petani soal bantuan benih kacang hijau berumur pendek, Bupati Sikka sependapat dan mengatakan, pihaknya juga akan membagikan tanaman lain selain jagung, termasuk kacang hijau berumur pendek kepada petani.

“Pada April, Mei dan Juni, kita akan menyiapkan padat karya pangan. Saat mereka gagal panen jagung, ada pekerjaan lain yang bisa memberikan pendapatan bagi mereka,” tuturnya.

Serangan hama ulat Grayak, terang Robi sebagian besar terjadi di lahan pertanian jagung di wilayah pantai utara Flores yang curah hujannya terbatas, dan mengalami panas berkepanjangan.

Kalau tanaman jagung sudah layu, maka pertumbuhan jagungnya tidak bagus sehingga bisa berdampak terhadap gagal panen dan ancaman rawan pangan di kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Pertanian kabupaten Sikka, Maruritz da Cunha, menambahkan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan petugas Pengendali  Organisme PenggangguTumbuhan (POPT) sedang turun melakukan pendataan dan antisipasi serangan hama ulat Grayak.

Mauritz menyebutkan, petugas POPT dari Dinas Pertanian NTT pun telah turun ke lokasi kebun di kecamatan Kangae, yang terserang hama ulat Grayak dan disarankan agar menghentikan penyemprotan menggunakan pestisida terlebih dahulu.

“Kalau hujan dengan curah hujan tinggi, hama ulat Grayak ini akan hilang dengan sendirinya. Kita berharap, agar hujan segera turun agar tanaman jagung yang layu bisa segera pulih dan tidak mengalami gagal panen,” ucapnya.

Lusi Lero, petani desa Habi, menyesalkan keterlambatan petugas dari dinas pertanian Sikka yang belum turun dan memberikan sosialisasi kepda para petani, mengenai serangan hama ulat Grayak dan cara mengatasinya.

Menurut Lusi, dengan melihat kondisi di lapangan dan melakukan pendataan, maka bisa diketahui angka pasti kerusakan lahan jagung akibat serangan hama ulat Grayak, dan jangan sampai ada lahan petani yang mengalami kerusakan akibat serangan hama.

“Jangan sampai kami para petani yang lahan jagungnya mengalami serangan hama, namun tidak didata. Sampai sekarang tidak ada satu pun petugas yang turun melakukan pendataan di kebun petani di desa kami,” ujarnya.

Lihat juga...