Begini Tanggapan Gubernur Terkait NU di Sumbar
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, mengatakan, Sumatera Barat memiliki banyak jemaah Nahdlatul Ulama (NU) namun belum banyak secara jam’iyyah.
Hal ini dapat dilihat ketika melakukan perjalanan ke berbagai daerah saat safari Ramadan beberapa tahun belakangan ini, banyak ditemukan masyarakat yang melakukan ibadah dengan pendekatan cara ibadah NU.
“Ini fakta bahwa NU banyak di Sumatera Barat, dan tentunya semakin solid dan kuat semakin kuat juga kami sebagai pemerintah, sudah mendarah daging NU di Sumatera Barat,” katanya, saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat, masa khidmat 2019-2024 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kota Padang, Sabtu (29/2/2020).
Menurutnya, sejak berdirinya NU di republik ini, pemerintah sudah sangat dekat dengan NU. Berbagai zaman dilewati seperti saat orde lama maupun orde baru sampai saat ini. Sehingga NU memiliki pemahaman dengan melakukan pendekatan kepada pemerintah.
“Walaupun NU selalu memberikan kritik terhadap pemerintah, namun NU selalu bersama pemerintah. Bahkan NU tidak pernah dikenal menjadi oposisi terhadap pemerintah. Inilah hebatnya NU yang selalu mendukung setiap kebijakan kesejahteraan masyarakat, tidak perlu diragukan lagi,” sebutnya.
Gubernur berharap agar setiap anggota NU meresapi nilai-nilai NU dan menjadikannya untuk berjihad dalam bidang kehidupan masing-masing. Islam memiliki nilai untuk memajukan semua kegiatan NU.
“NU merupakan ormas yang hidup dalam tingkat grass root atau akar rumput. Bukan pada tataran elit. Saya melihat kehidupan NU nampak pada pesantren, sekolah, dan madrasah, dan lainnya,” ujarnya.
Selanjutnya gubernur menyampaikan, bahwa NU sebagai ormas terbukti sampai hari ini juga tetap bertahan hingga 94 tahun. Hal itu menunjukkan gerakan dan bertahan karena sunatullah.
“Kalau melanggar pasti hilang dengan sendirinya, tetapi NU terbukti tetap mengikut sunatullah, insyaallah habisnya nanti sampai hari kiamat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Sumatera Barat, Ganefri, mengatakan, telah banyak jemaah NU di Sumatera Barat sesuai apa yang dikatakan oleh gubernur, namun masih belum maksimal jam’iyyahnya. Hal ini menjadi tugas pengurus PWNU Sumatera Barat ke depan.
Ia berharap kepada gubernur ke depan agar mengawal pembangunan Kantor NU Sumatera Barat. Supaya menjadi kenangan manis jelang berakhirnya jabatan gubernur yang tinggal sekitar satu tahun lagi.
“Semoga gubernur terus mengawal hingga akhir jabatannya, sehingga ini menjadi kenangan manis,” sebutnya.
Dikatakannya, ke depan PWNU Sumatera Barat akan melakukan pengembangan bidang perkonomian. Saat ini juga telah diinformasikan dari NU pusat akan adanya bantuan ekonomi di wilayah maupun cabang.
Ganefri menjelaskan saat ini NU juga sudah memiliki Universitas Nahdlatul Ulama di Sumatera Barat. Ke depan universitas ini akan terus dikembangkan menjadi lebih besar dan bisa bergandeng dengan Universitas Negeri Padang.
“Saya mewakili pengurus cabang memohon agar bisa memimpin dan membesarkan NU di Sumbar bersama-sama, jika saya berbuat salah maka ingatkanlah saya,” tutupnya.