Sepekan ke Depan Pulau Bintan Rawan Dilanda Cuaca Ekstrem
TANJUNGPINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Kepulauan Riau memprediksi, dalam sepekan ke depan Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) akan dilanda cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem diperkirakan bertahan hingga 12 Januari 2020,” kata Kepala BMKG Statsiun Tanjungpinang, Dhira Utama di Tanjungpinang, Senin (6/1/2020).
Cuaca ekstrem yang dimaksud meliputi hujan lebat, petir, angin kencang hingga gelombang laut yang tinggi. “Gelombang laut di Pulau Bintan kini mencapai 0,5 sampai 1,3 meter. Cukup berbahaya bagi pengguna transportasi laut,” jelasnya.
Dhira mengungkapkan, cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah itu disebabkan berkurangnya pola tekanan rendah di belahan bumi utara. Sementara terjadi peningkatan pola tekanan rendah di wilayah belahan bumi selatan. Hal tersebut, mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia, yang dapat menimbulkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.
Penyebab lainnya ialah, meningkatnya pola tekanan rendah di belahan bumi selatan di sekitar Australia, yang dapat membentuk pola konvergensi atau pertemuan massa udara. Sehingga terjadi belokan angin secara signifikan. “Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan ekuator,” jelas Dhira.
Pihaknya mengimbau, seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas di luar rumah. Hal itu mengingat cuaca ekstrem berpotensi terjadi kapan saja, hingga seminggu ke hadapan. “Khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Harus ekstra hati-hati, karena cuaca ekstrem dikhawatirkan bisa menyebabkan puting beliung maupun angin topan,” pungkasnya. (Ant)