Satu Anak di Cipondoh Dilaporkan Hanyut Terbawa Banjir

Personel BPBD Kota Tangerang mengevakuasi warga terdampak banjir, Rabu (1/1/2020) – Foto Ant 

TANGERANG – Camat Cipondoh, Kota Tangerang, Rizal Ridallah membenarkan, ada satu anak yang hilang dan diduga hanyut di kawasan Green Lake City.

Anak tersebut dikatakannya bernama Muhammad Vatir (11). Anak dari warga bernama Yudi, warga Kampung Ketapang RT 002/RW 05, Cipondoh. Korban yang masih berstatus pelajar tersebut, diketahui hilang saat bermain air di lapangan pasar malam GLC, Jalan Ketapang, Sawah Dalem.

Korban diketahui bermain dengan dua orang rekannya. Namun korban diduga hanyut terbawa arus hingga tak tertolong. Kedua temannya menginformasikan hal itu kepada pihak keluarga. “Iya ada satu orang, dan sekarang masih dalam proses pencairan,” kata Camat Rizal, Rabu (1/1/2020).

Sebelumnya, banjir yang melanda Kota Tangerang membuat warga Batuceper meninggal dunia, setelah tersengat aliran listrik. Berdasarkan informasi, korban bernama Jamilah, seorang ibu rumah tangga kelahiran 2 Maret 1964. Dia memegang tiang listrik, saat banjir, yang ternyata tiang listrik tersebut memiliki aliran listrik.

“PMI membantu mengantarkan korban untuk dibawa ke rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Benda. Korban meninggal akibat tersetrum dari tiang listrik saat banjir melanda permukimannya,” kata Ade Kurniawan, Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang.

Sementara itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. “Akibat longsor ini tiga meninggal dan tiga mengalami luka-luka,” kata Anggota Tagana Kota Depok, Donny.

Semua korban masih berstatus satu keluarga yaitu, Lusinah (68), Amelia Susanti (27) dan Nizam Saputra (8). Sedangkan Bowo, Ade Istaqori dan M Ichsan (5) dilaporkan mengalami cedera. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi petugas gabungan TNI, Polri, Damkar dan Tagana.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo mengatakan, pihaknya telah mengirimkan personel untuk membantu evakuasi korban longsor. “Tim kami sudah turun di lokasi sejak adanya laporan,” tandasnya.

Denny menyebut, pihaknya juga menyediakan ambulans untuk mengevakuasi korban luka maupun meninggal dunia. Evakuasi,  akan terus dilakukan hingga semua anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut ditemukan. Dari laporan yang diterimanya, longsor terjadi sekira pukul 04.30 WIB. Warga mendengar ada teriakan pemilik rumah. Setelah dicek, rumah milik korban tersebut sebagian sudah tertimpa longsor. Dengan kejadian tersebut, warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, harus meningkatkan kewaspadaan.

Akibat curah hujan yang tinggi, sejumlah daerah di Kota Depok mengalami banjir dan longsor. Banjir setinggi 20 sentimeter hingga 40 sentimeter melanda Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Jalan Sawangan depan Perumahan Maharaja. Banjir juga terjadi di daerah Kampung Lio Pancoran Mas, Jalan Pasar Kemiri Muka dan Jalan Kolong Jembatan Dipo. Selain banjir, juga terjadi tanah lonsor di Perumahan Green Pitara, Tapos, Cinere, Krukut dan pemakaman di Pasir Putih. (Ant)

Lihat juga...