Pemkot Jakbar Diminta Angkut Sampah Menumpuk di MAN 12

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Tata Usaha Sekolah MAN 12 Duri Kosambi, Heru, meminta kepada pemerintah setempat untuk segera membersihkan penumpukan sampah akibat banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta sejak Rabu 1 Januari 2020 lalu.

“Saya minta tolong aparat yang terkait khususnya Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat segera direspon apa yang menjadi kendala di sekolah. Itu saja,” ucap Heru di lokasi sekolah MAN 12 Jalan Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020).

Kepala Tata Usaha Sekolah MAN 12 Duri Kosambi, Heru meminta agar Pemerintah Wilayah Jakarta Barat secepatnya mengangkut tumpukan sampah di halaman sekolah MAN 12 Jalan Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Foto: Lina Fitria

Dia menilai dalam hal itu tidak pantas sampai berlarut-larut, menangani pembuangan sampah yang menumpuk.

“Rasanya enggak pantes sampai berlarut-larut gini, kalau kayak gini seharusnya enggak ada pengecualian supaya sampah yang ada di depan halaman MAN 12 bersih. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tumpukan sampah berada di depan gedung sekolah sejak Jumat kemarin. Dia menerima informasi dari salah satu penjaga sekolah MAN 12.

“Saya dapat informasi dari staf saya, saya tanya ke dia itu sumbernya (sampah) dari mana. Kata staf saya, dari masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga menyayangkan sikap masyarakat yang masih membuang sampah di lingkungan sekolah. Dia juga tidak menyalahkan pemerintah dalam musibah banjir.

“Dalam hal ini memang kan bencana nasional, yang tidak bisa kita salahkan satu persatu atau personal. Artinya kita untuk saat ini hanya meminta kepada aparat khususnya (Pemkot Jakarta Barat) dahulukan pengangkutan sampah, nggak elok lihatnya,” jelasnya.

Dia mengaku MAN 12 Duri Kosambi selalu menjuarai lomba kebersihan di lingkungan sekolah se-DKI Jakarta. Dia tak mau reputasinya jelek karena kurangnya penindakan dari pemerintah setempat mengangkut tumpukan sampah.

“Satu hal, kita ini MAN 12 mendapatkan juara ke-2 lomba sekolah bersih di tingkat DKI,” imbuhnya.

Dia menjelaskan dari awal dilanda banjir pada 1 Januari 2020, dia bersama staf lainnya memantau serta mengantisipasi ke sekolah untuk mengamankan dokumen penting hingga alat peraga siswa-siswi supaya tidak terkena banjir.

“Jadi gini, perkembangan terakhir saat banjir saya hadir untuk memastikan sekolahan kita. Jadi saya antisipasi, kemudian ada beberapa dokumen penting yang kita amankan, ada ijazah dan lain-lain itu alhamdulilah terselamatkan,” ujarnya.

Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi peserta didik di wilayah Jakarta, khususnya sekolah yang terdampak musibah banjir akan berjalan lancar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefullah, mengatakan sekolah- sekolah yang siswanya terdampak banjir sudah didata dan Dinas Pendidikan telah berkoordinasi menyiapkan kebutuhan sekolah yang hilang akibat banjir.

“Seperti memberikan buku tulis, tas, dan lain sebagainya. Dan untuk alat-alat kebersihan, kami kolaborasi dengan stakeholder untuk bantu sekolah dalam rangka bersih-bersih pascabanjir,” kata Syaefullah.

Kemudian untuk para siswa yang kehilangan seragam akibat banjir saat ini diperbolehkan menghadiri kegiatan belajar mengajar menggunakan baju bebas.

Selain itu, bagi masyarakat yang mengalami kerusakan dokumen sekolah karena banjir maka pihaknya akan membantu proses penggantian dokumen yang rusak itu tanpa dipungut biaya.

“Syaratnya mudah, berikan keterangan dari aparat bahwa rumahnya terkena banjir,” tutur Syaefullah.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan terdapat 211 sekolah yang terendam banjir. Menurutnya, semua sekolah yang terdampak banjir tersebut sudah tuntas dibersihkan.

“Jadi jumlah sekolah yang terdampak kemarin ada 211 sekolah dari 2.800 sekolah,” kata Anies, kemarin.

Anies menyebut sejak tadi malam sudah ada 208 sekolah yang telah dibersihkan. Dia yakin semua sekolah yang terdampak banjir sudah tuntas dibersihkan hari ini.

Kemudian ada sekitar 22.500 siswa yang terdampak banjir. Anies telah menyiapkan peralatan sekolah bagi siswa yang membutuhkan.

“Jumlah siswa yang terdampak ada 22.500 siswa yang terdampak dari banjir ini. Semua siswa yang rumahnya, keluarganya terdampak banjir memerlukan pasokan suplai kita siapkan. Dari mulai pakaian alat tulis dan lain-lain insyaallah kita siapkan semua bagi masyarakat,” tutupnya.

Lihat juga...