Maluku Peringati 202 Tahun Perjuangan Martha Christina Tiahahu
AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku memperingati 202 tahun perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu. Kegiatan dipusatkan di Kota Ambon, Kamis (2/1/2020).
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nataniel Orno, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Martha Christina Tiahahu, di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau. Kegiatan diikuti pimpinan TNI-Polri serta instansi pemerintah, tokoh masyarakat dan pemuda. Peringatan tersebut juga dihadiri oleh Leo Tuahahu, sebagai ahli waris sekaligus merupakan generasi ke enam dari Paulus Tiahahu (ayahanda Martha Christina Tiahahu).
Peringatan tersebut digelar, untuk mengingatkan semua generasi di Maluku, bahwa kemerdekaan bangsa adalah hasil jerih perjuangan pahlawan termasuk Martha Christina Tiahahu. Mereka adalah, perintis kemerdekaan bangsa dan negara. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku kami menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala jasa dan perjuangan Martha Christina Tuahahu,” kata Wagub Barnabas.
Kepala ahli waris Pahlawan nasional asal Negeri Abubu, Pulau Nusalaut, kabupaten Maluku Tengah yang diberi gelar “Ina Ata” (Nenek Martha), Wagub menegaskan, perjuangan dengan pengorbanan jiwa dan raga yang ditunjukkan Martha Christina dalam usia sangat belia untuk mempertahankan NKRI dari penjajah, adalah sebuah kebanggaan abadi turun temurun yang patuh disyukuri.
Menurutnya kesediaan berkorban, bukanlah sebuah hal yang mudah. Terlebih lagi ketika seseorang memiliki posisi, status sosial dan kedudukan yang baik dan nyaman. Hal tersebut secara naluri akan cenderung dipertahankan oleh seseorang. “Namun, yang ditunjukkan Martha Christina maupun pahlawan nasional lainnya justru terbalik. Banyak dari mereka rela mengorbankan kedudukan, harta benda, keluarga bahkan nyawa demi bangsa, negara dan kemerdekaan,” tandasnya.
Untuk mengisi perjuangan para pahlawan, Wagub mengajak generasi muda masa kini untuk menanamkan dan menggelorakan semangat juang pantang mundur para pahlawan. Serta tidak menganggap peringatan tersebut sebagai sebuah seremonial belaka.
Harus melakukan aksi dan program kerja nyata yang bertujuan mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi mendatang. Peringatan tersebut juga harus dimaknai sebagai momentum mengingatkan masyarakat Maluku, bahwa karakter dan nilai kepahlawanan harus terus hidup dan berkembang dalam diri generasi muda.
Pemprov Maluku disebut Wagub Barnabas, akan terus bekerja keras meningkatkan sumber daya manusia, sehingga semakin profesional, kreatif, mandiri, dan berprestasi. “Kita akan menata birokrasi sesuai program Nasional Reformasi Birokrasi. Penataan ini bertujuan agar birokrasi kita dapat berpacu dan berlomba menghasilkan kinerja dan prestasi,” ujarnya.
Usai peringatan, Gubernur bersama pimpinan TNI-Polri dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta ahli waris melakukan tabur bunga di perairan depan Mako Lantamal IX Ambon, di Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. (Ant)