Diduga tak Terawat Gedung di Kawasan Slipi, Roboh

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sebuah gedung lantai lima di Jalan Letjen Katamso, Slipi, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, rubuh pada pukul 09.25 WIB. Gedung itu roboh pada bagian kiri dan menimpa beberapa kendaraan sepeda motor di bawahnya yang sedang diparkir.

Seorang saksi mata, Juni (40), mengatakan sebelum gedung tersebut ambruk dia mendengar suara getaran yang keras. Pasalnya, posisi gedung yang roboh itu dengan rumahnya sangat dekat, hanya dibatasi gang kecil. Tak berselang berapa lama, sebuah gedung yang berlokasi tak jauh dari tempatnya itu, ambruk.

“Dengar suara kretek-kretek. Dalam hitungan menit, runtuh semua,” kata Juni, di lokasi gedung roboh, Senin (6/1/2020).

Selain itu, kata Juni, pada gedung berlantai lima itu bagian bawah gedung tersebut merupakan minimarket. Syukurnya, karyawan minimarket tersebut sempat menyelamatkan diri, sehingga tidak ada korban luka.

Saksi mata, Juni (40), yang melihat gedung roboh di Jalan Letjen Katamso, Slipi, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). –Foto: Lina Fitria

Menurut dia, ada dua orang yang terjebak di lantai dua. Anggota Basarnas sudah mengevakuasi keduanya.

Juni yang sudah bekerja di kawasan itu selama 30 tahun, mengatakan, gedung tersebut berusia sekitar 10 tahun. Namun, kondisinya tidak terawat, karena di bagian atas gedung itu kosong, yang terisi hanya di bagian bawah gedung.

“Gedung itu bangunan lama, hanya bagian bawah saja yang disewain oleh minimarket,” ungkapnya.

Salah satu pegawai mini market, Firman (28), mengaku sudah mengevakuasi seluruh pembeli sebelum gedung tersebut roboh.

“Sebelum roboh, ada retakan di genteng, saat itu kami langsung evakuasi pelanggan,” kata Rizal, di lokasi.

Namun reruntuhan gedung menimpa gang yang persis berada di samping gedung. Beberapa motor terlihat tertimpa reruntuhan gedung.

Hingga kini, belum diketahui penyebab ambruknya bangunan, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas dengan menggunakan alat berat.

Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, mengatakan tiga korban luka dari ambruknya gedung empat lantai sudah dilarikan ke RS Tarakan.

“Sementara ini sudah ada tiga korban. Dua laki-laki dan satu perempuan. Saat dievakuasi masih dalam keadaan hidup dan telah dilarikan ke RS Tarakan,” kata Tamo.

Tamo mengatakan, identitas ketiga korban, yakni F (27) warga Tanjung Duren Raya, MI (37) warga Jalan Mangga IV, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, EJ (52) warga Kampung Gaga, Jalan Amil Abas, Larangan Selatan, Tangerang.

Sejauh ini, Tamo belum bisa memastikan lebih lengkap identitas ketiga korban tersebut, apakah salah satunya adalah pegawai minimarket atau warga yang saat kejadian sedang melintas di jalan.

“Untuk itu, belum bisa dipastikan, tadi langsung dievakuasi ke RS Tarakan,” ucapnya.

Pantauan Cendana News, gang di samping gedung ikut tertutup. Bongkahan sisa bangunan terlihat menutupi badan jalan. Garis polisi sudah dibentangkan di sekitar gedung.

Sementara itu, lalu lintas di sepanjang jalur di depan gedung tampak macet parah dari arah Kebon Jeruk ke Tanah Abang. Lantai dasar gedung tersebut digunakan untuk minimarket.

Kondisi gedung amblas dari lantai teratas sampai lantai ke dua gedung. Sedangkan lantai dasar gedung yang dijadikan minimarket terlihat tidak hancur sepenuhnya.

Pada pukul 10.26 WIB, puing-puing reruntuhan masih berjatuhan. Beberapa petugas kepolisian, TNI dan Pemadam Kebakaran terlihat mengamankan lokasi gedung yang runtuh. Beberapa mobil ambulans, Pemadam dan Dinas Perhubungan sudah dikerahkan untuk mengamankan lokasi.

Lihat juga...