BI Klaim Rupiah Terus Menguat Sejak Awal Januari
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Sejak awal 2020, nilai tukar rupih masih terus menunjukkan tren penguatan di angka 1,38 persen. Saat ini, rupiah juga menguat 0,70 persen ke level Rp13.675.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, mengungkapkan penguatan itu didorong oleh sektor domestik, yaitu makroekonomi Indonesia yang positif, kemudian didukung oleh terjaganya inflasi serta hasil survei konsumen BI yang menunjukkan tren membaik.
Sementara dari sisi eksternal, aliran modal asing atau capital inflow yang menunjukkan tren positif, turut memberi sumbangsih bagi naiknya cadangan devisa Indonesia, yang selanjutnya juga menjadi penyebab rupiah menguat.
“Ini yang membuat rupiah confidence, kami (BI) juga confidence oleh perkembangan rupiah,” ujar Dody, kepada awak media di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020).
Dari sisi kinerja ekspor, BI melihat terjadi pergerakan yang cukup positif di beberapa sektor, khususnya manufaktur. Hal ini pula yang membuat BI confidence terhadap rupiah.
“Selain ekspor, impor kita juga cukup positif, khususnya di sektor migas. Kita melihat dampak dari penerapan B20 dan B30 yang mampu mengurangi impor migas,” ujar Dody.
Lebih lanjut, Dody mengatakan, Bank Indonesia (BI) tetap akan membiarkan rupiah menguat tanpa harus dintervensi.
“Sepanjang itu tetap sesuai dengan indikator fundamental yang sudah ada, kami akan tetap membiarkan rupiah menguat,” tukasnya.