Program Litreasi, SMPN 1 Lewolema Gali Ilmu dari Alam

Redaktur: Muhsine E Bijo Dirajo

LARANTUKA – Mencari ilmu dari alam sekitar merupakan makna literasi yang lebih luas. Dunia pengetahuan, tidak sebatas pada tulisan yang terdapat dalam buku, sebab di alam terbuka, ilmu bisa digali, pengetahuan dapat diperoleh.

Guru dan pembina literasi komunitas literasi SMPN1 Lewolema kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian, Jumat (1/11/2019). Foto : Ebed de Rosary

Sedikitnya ada 25 siswa SMPN1 Lewolema di bawah bimbingan Maksimus Masan Kian, guru sekaligus pelopor literasi di sekolah tersebut mengajak para siswa-siswi menggali ilmu dari alam.

“Kegiatan kami laksanakan di dusun Welo, desa Painapang, kecamatan Lewolema. Siswa keluar masuk dari lorong ke lorong, dari satu halaman rumah ke halaman rumah lainnya,” sebut Maksimus Masan Kian, guru SMPN1 Lewolema kabupaten Flores Timur, NTT, Jumat (1/11/2019).

Maksi, sapaannya mengatakan, para siswa terjun langsung dan belajar di alam menjadi pemandangan yang inspiratif. Bermodalkan buku dan alat tulis, serta kamera, mereka melakukan observasi, dan menyerap kandungan pengetahuan di alam.

Secara bersama, kata dia, anak didik komunitas literasi SMPN 1 Lewolema, mendata tumbuhan di dusun Welo yang digunakan sebagai obat tradisional, baik pemanfaatan akar, batang, daun, buah atau bunga.

“Setelah melewati tahap pertama, selanjutnya mereka akan diterjunkan kembali ke lapangan, menemui warga yang pernah memanfaatkan obat tradisional tersebut,” ungkapnya.

Hal ini kata Maksi agar para siswa bisa mendapatkan penjelasan berkaitan dengan manfaat, cara meramu dan bagaimana mempergunakannya.

Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) cabang Flores Timur ini menegaskan bahwa, pengetahuan tidak saja diperoleh di dalam kelas. Melimpahnya ilmu itu ada di alam.

Proses yang dilewati, pengalaman yang siswa dapatkan langsung di alam terbuka, kata dia, menjadi rekaman pengetahuan yang baik.

“Perbanyak ruang belajar untuk siswa di alam terbuka, menambah wawasan dan kreativitas untuk menulis. Observasi atau pengamatan langsung, mempermudah dalam menarasikan berbagai jenis tulisan,” pesannya.

Egi Ruron, siswa Kelas VII mengaku tertarik dengan kegiatan di alam terbuka. Kejenuhan di kelas dapat teratasi dengan kegiatan di alam. Selain itu juga dapat menambah pengetahuan.

“Sangat tertarik mengikuti kegiatan literasi di alam terbuka. Selain dapat mengobati kejenuhan akan padatnya pembelajaran di kelas, alam menyuguhkan jutaan inspirasi dan imajinasi,” tuturnya.

Egi juga ingin agar metode pembelajaran yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya ini tetap diadakan secara rutin.

Dengan begitu sebutnya, para siswa akan mendapatkan pengetahuan lainnya dari alam dan masyarakat yang tidak didapatkan di sekolahnya.

Lihat juga...