Fraksi Gerindra Jamin Pembahasan Rencana KUA-PPAS DKI Transparan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik, menilai proses pembahasan rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020 berjalan transparan, meski Pemprov DKI Jakarta tidak mengunggah rencana anggaran.

“Secara umum, seluruh komisi yang saya pahami sangat terbuka. Karena selalu pimpinan komisi mengatakan dibuka dan terbuka untuk umum. Semua orang bisa pantau dan lihat,” ucap Taufik kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019) sore.

Dia mengaku sudah menerima dokumen Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020 pada 5 Juli 2019.

Dia menegaskan, tidak ada rapat pembahasan anggaran yang ditutup-tutupi. Maka, hal itu menjadi parameter Gerindra menyebut anggaran transparan.

“Itu dasar dari apa yang kita katakan transparan dalam proses pembahasan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Dikuliti satu per satu dari judul sampai angka,” kata Taufik.

Dokumen tersebut, kata Taufik, diterima dengan surat nomor 579/1.713.6 perihal penyampaian rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2020. Dia menyampaikan, bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki kewajiban untuk meng-upload dokumen KUA-PPAS tersebut.

Karena dokumen tersebut dinilai belum matang, dia mengatakan hanya akan menimbulkan kegaduhan lantaran belum ada dasar hukumnya.

“Menurut saya kalau mau mendiskusikan, ya di forum, jangan dilaporkan ke teman-teman wartawan, gitu,” kata Taufik.

Taufik mengaku pernah menemukan kejanggalan anggaran. Namun dia memilih menyampaikan langsung kepada pimpinan lembaga yang menangani.

“Dulu temuan ini juga ada. Dulu saya temukan selisih Rp1,2 triliun, tapi saya nggak buka ke publik,” kata Taufik.

Bagi Taufik, membuka masalah rencana anggaran ke publik bukan sesuatu yang istimewa. Memang hal itu boleh dilakukan, namun tidak perlu berlebihan.

“Sebenarnya nggak ada yang istimewa, cuma genitnya saja yang buat saya harus dikurangi dikit. Nggak apa genit, boleh, nggak ada masalah,” ucap Taufik.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif, menyebutkan, para anggota dewan selalu menyisir setiap anggaran yang diusulkan.

Dia pun berani menjamin tidak akan ada usulan anggaran yang terlewat dari mata para anggota dewan.

“Saya jamin, saya garansi tidak ada satu mata anggaran, satu crit pun yang lolos dari pembahasan. Tidak ada,” tuturnya.

Lihat juga...