Taklukkan Kelok 44, Pendatang Baru Filipina Menangi Etape V TdS 2019

Editor: Koko Triarko

AGAM – Kelok 44 yang menjadi tantangan terbesar bagi 84 pebalap sepeda di event sport tourism ‘Tour de Singkarak 2019’, dengan panjang lintasan 206.5 kilometer, akhirnya berhasil dituntaskan dalam waktu kurang lebih 6 jam.

Pebalap atas nama Ismael. Jr Gospel dari Tim Go For Gold Philippines, merupakan pebalap pendatang baru di Tour de Singkarak 2019, yang dinyatakan sebagai pebalap penakluk tanjakan King of Mountaint (KOM) Kelok 44 pada etape V Payakumbuh – Agam.

Grospe berhak memegang jersey polka dot karena hingga saat ini pebalap pendatang baru tersebut memiliki total 58 poin. Keberhasilanya menaklukkan Kelok 44 diakuinya sangatlah berat dan menguras tenaga.

“Lintasan etape ini, terutama di saat mulai menanjak di rute kelok 44, sangat berat. Namun akhirnya saya mampu melepaskan diri dari pleton. Hingga akhirnya mampu meraih gelar juara tanjakan,” ucapnya, Rabu (6/11/2019).

Ismael Jr. Gospel dari Tim Go For Gold Philippines (tengah) bersama pemenang lainnya, foto bersama Bupati Agam, Indra Catri, di Embun Pagi, Sumatra Barat, Rabu (6/11/2019)/ Foto: M. Noli Hendra

Raja tanjakan yang dipegang oleh Gospel ini, juga tidak kalah hebatnya dari prestasi yang ditorehkan oleh tim lainnya. Seperti Sapura Cycling Team Malaysia. Pemuncak klasemen sementara dan pemegang Yellow Jersey serta Green Jersey, yakni Jesse Ewart, hanya mampu finish di urutan ke 9 dengan catatan waktu 5 jam 35 menit 12 detik, pada etape V ini.

Ewart menilai, rute pada etape V ini cukup berat. Meski demikian, Ewart tetap konsisten mempertahankan posisi yang sudah ia raih hingga saat ini.

“Tujuan saya dari awal, yakni mempertahankan Yellow Jersey. Namun, juga tetap berusaha untuk mendapatkan dan pertahankan Green Jersey,” ujar Ewart/

Hingga etape V ini, Ewart masih kokoh di puncak klasemen sementara, dengan total waktu 19 menit 13 menit 25 detik, selisih 59 detik dari pembalap asal Sapura Cycling Team, Cristian Raileanu, yang bertengger di urutan ke dua dan terpaut 3 menit 12 detik dari Janel Carcueva yang menempati urutan ke tiga.

Selanjutnya finish di urutan pertama, pebalap Filipina Jonel Carcueva, yang berhasil menaklukkan rute pambantaian tersebut.

Carcueva berhasil finish terdepan dengan catatan waktu 5 jam 34 menit 33 detik. Carcueva terpaut 17 detik dari pembalap Thailand, Thanakhan Chaiyasombat, yang berada di posisi ke dua, dan selisih 26 detik dari pebalap Indonesia dari KFC Cycling Team, Agung Shabana.

Selain mampu finish di urutan ke tiga, pembalap andalan Indonesia Agung Shabana terus menunjukkan tren positif. Pada etape V, Agung mampu menyabet gelar juara untuk kategori Best Indonesian Rider, dengan total catatan waktu 5 jam 34 menit 59 detik.

Disusul peringkat ke dua, rekan setim, Agung Muhammad Abdurrohman yang membukukan waktu 5 jam 35 menit 12 detik dan di urutan ke tiga, Sandy Nur Hasan dari PGN dengan catatan waktu 5 jam 35 menit 12 detik.

“Rute ini sangat sulit dan berat. Namun saya dibantu oleh teman satu tim. Saya terima kasih kepada teman satu tim saya, yang sudah memberikan dukungan hingga bisa menjuarai nomor tiga,” kata Agung.

Sebanyak 84 pebalap yang tersisa di hari ke lima event TdS ke-11 yang menghubungkan Payakumbuh dan Agam. Sementara untuk besok, jumlah pebalap masih bertahan yakni 84 pebalap, dan mereka akan menaklukkan rute Solok – Solok Selatan.

Lihat juga...