BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, menyatakan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga Kampung Taman Sari, Kelurahan Parakancanggah, Kabupaten Banjarnegara yang tertimpa longsor. Bupati juga mengimbau kepada warga di sekitar lokasi untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat turun hujan.
“Sudah masuk musim hujan, warga harus meningkatkan kewaspadaan, apalagi pada awal musim hujan ini, sudah terjadi bencana longsor yang memakan korban jiwa. Tentu ini menjadi peringatan bagi kita semua, untuk lebih berhati-hati. Warga di lokasi yang rawan longsor, jika turun hujan terus-menerus, segeralah mengungsi ke tempat yang aman, sebab intensitas hujan yang tinggi akan memicu pergerakan tanah,” kata Budhi Sarwono, Sabtu (2/11/2019).
Sebagaimana diketahui, pada awal musim hujan ini, longsor melanda Kampung Taman Sari, Kelurahan Parakancanggah, Kabupaten Banjarnegara yang menyebabkan dua rumah terkena longsor. Satu warga meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain dua rumah warga yang tertimbun longsor, di sekitar lokasi ada lima rumah warga yang juga rawan longsor. Rumah-rumah tersebut berada di samping saluran irigasi yang jebol.
“Lima rumah tersebut rawan longsor kalau intensitas hujan tinggi, karena tidak ada sandaran atau talud di samping irigasi,” kata staf humas Pemkab Banjarnegara, Muji Prasetyo, saat melihat lokasi longsor.
Sebagian besar wilayah di Kabupaten Banjarnegara memang termasuk rawan longsor. Mulai dari Kecamatan Punggelan, Banjarmadu, Pandanarum, Kalibening, Wanayasa, Karangkobar, Pagentan, Pejawaran, Batur dan lain-lain.
Dari sekian banyak wilayah yang rawan longsor, Kecamatan Pagenten dan Pandanarum termasuk wilayah yang berisiko tinggi terhadap bencana longsor. Hal ini terlihat dari seringnya terjadi longsor di wilayah tersebut, terutama di Desa Tlaga, Kecamatan Pandanarum dan Desa Mundasari serta Suwidak, Kecamatan Pagenten.
Sementara itu hingga Sabtu siang, warga desa sekitar bersama tim relawan dan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing longsoran di lokasi.
Salah satu warga yang rumahnya tertimpa longsoran tanah, Juniarto mengatakan, seluruh perabot rumahnya tertimbun longsor dan tidak ada yang bisa diselamatkan.
Ia dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah orang tua untuk sementara waktu. “Anak dan istri saya sekarang mengungsi ke rumah orang tua, karena rumah sudah tidak bisa ditempati lagi,” tuturnya.