Stok Air Habis, BPBD Cilacap Andalkan Bantuan Pihak Ketiga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Sudah berbulan-bulan anggaran droping air dari Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Cilacap habis. Sehingga untuk melakukan droping air, BPBD Cilacap hanya mengandalkan sumbangan dari berbagai instansi, serta dari Corporate Social Responsibility (CSR) dunia usaha.

Kepala Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto, mengatakan, alokasi bantuan dari APBD, hanya untuk droping air sebanyak 160 tangki. Padahal sampai saat ini, BPBD sudah melakukan droping air sebanyak 916 tangki. Sehingga sebagian besar droping air, justru merupakan sumbangan dari pihak ketiga.

Kepala Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto, Rabu (30/10/2019) menjelaskan tentang anggaran droping air yang sudah lama habis. Foto: Hermiana E. Effendi

“Stok droping air kita sudah lama habis, sejak bulan Mei – Juni dan selanjutnya kita mengandalkan sumbangan dari berbagai pihak, baik bantuan dari SKPD, OPD, dan CSR,” terang Tri Komara, Rabu (30/10/2019).

Tri Komara mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk bisa memenuhi permintaan droping air bersih dari desa-desa yang terdampak kekeringan. “Semua upaya kita lakukan, yang terpenting kebutuhan masyarakat akan air bersih terpenuhi,” tegasnya.

Dari data BPBD Cilacap, sampai saat ini ada 101 desa yang tersebar pada 20 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Sementara jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan mencapai 34.042 KK atau 101.637 jiwa.

Dari 101 desa yang kesulitan air bersih, kondisi terparah dialami oleh Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten yang sudah mendapat bantuan droping air sebanyak 54 tangki.

Kemudian Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, yang sudah mendapat bantuan droping air sebanyak 40 tangki selama musim kemarau ini dan Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten, sudah mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 38 tangki.

Dampak kekeringan merata hampir di seluruh kecamatan, mulai dari Kecamatan Kampung Laut, ada dua desa yang kesulitan air bersih, Kecamatan Bantarsari ada 7 desa terdampak, Kecamatan Patimuan ada 7 desa terdampak, Kecamatan Kawunganten ada 11 desa terdampak.

Kecamatan Gandrungmangu ada 11 desa terdampak, Kecamatan Jeruklegi ada 5 desa terdampak, Kecamatan Karangpucung ada 6 desa terdampak, Kecamatan Cimanggu ada 4 desa terdampak.

Kecamatan Cilari ada 7 desa terdampak, Kecamatan Sidareja ada tiga desa terdampak, Kecamatan Wanareja ada 9 desa terdampak dan masih banyak lagi lainnya.

Lihat juga...