TAPANULI SELATAN – Luapan Sungai Batang Angkola di Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, menggenangi sekitar 240 hektare sawah.
“Itu laporan dari Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) ke Dinas Pemkab Tapanuli Selatan,” kata Camat Kecamatan Tantom Angkola, Indra Sakti Siregar, Senin (28/10/2019) malam.
Dalam laporan BPP Panabari ke Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, mencatat dari 240 hektare luas sawah tergenang air akibat banjir, dan 6,15 hektare di antaranya mengalami puso.
“Genangan air ini meluas dari mulai tanggal 25 hingga 28 Oktober 2019,” katanya, dalam laporan yang juga ditandatangani POPT/PHP Tantom Angkola, Bagus Raja H. Pulungan, tersebut.
Sebelumnya, Camat memprediksi areal persawahan penduduk yang terendam akibat luapan Sungai Batang Angkola hanya 40 hektare lebih.
“Saya juga tidak menyangka setelah dapat laporan resmi pihak BPP Panabari, jauh dari perkiraan semula yang 40 hektare ternyata ada seluas 240 hektare,” sebutnya.
Menurut Camat, wilayah persawahan penduduk tersebut kerap dilanda banjir bila musim penghujan, disebabkan Sungai Batang Angkola tak mampu menampung derasnya air.
“Bila hujan deras merata melanda wilayah Tapanuli Selatan, juga Kota Padangsidimpuan, daerah ini bakal kena imbas terendam air,” sebutnya.
Dia menyatakan, normalisasi Sungai Batang Angkola solusi satunya menghindari terjadinya banjir merendam areal persawahan yang terjadi seperti sekarang ini.
Catatan BPP Panabari, luasan 240 hektare sawah yang tergenang banjir berada di Desa Aek Uncim, Aek Kahombu, Batu Horpak, Situmba, Panabari, Purba Tua, Lumban Jabi-jabi, Ingul Jae, Sisoma, Harean, Kota Tua, dan Desa Simaninggir.
Sementara, umur tanaman padi yang terendam banjir sesuai laporan antara satu hingga 45 hari dengan varietas, seperti Inpari 30/bestari, mikongga, dan padi gogo. (Ant)