Klinik Khusus IMS Puskesmas Wates Dorong Masyarakat Periksakan Diri
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Dibukanya layanan khusus penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui klinik Teratai di Puskesmas Wates, Kulon Progo, mampu mendorong masyarakat untuk mau memeriksakan dirinya. Masyarakat yang selama ini cenderung malu dan enggan memeriksakan penyakit IMS yang dideritanya, kini menjadi lebih nyaman dan tergerak untuk datang ke puskesmas.
Kepala Puskesmas Wates, Eko Damayanti, mengatakan masih kuatnya stereotip masyarakat yang memandang negatif penderita penyakit IMS, menjadi kendala dalam memerangi penyakit ini. Banyak masyarakat menjadi enggan datang ke puskesmas, karena malu terhadap penyakit yang dideritanya.
“Karena itu, kita membuka layanan khusus penyakit IMS, melalui Klinik Teratai. Agar pasien mendapatkan privasi lebih. Sehingga diharapkan mereka mau datang ke puskesmas dan memeriksakan penyakit yang dideritanya,” katanya, belumlama ini.
Dibuka seminggu sekali setiap Kamis, Klinik Teratai di Puskesmas Wates telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana yang mendukung. Mulai dari tenaga dokter, laboratorium, rekam medis, hingga penyediaan obat khusus. Dalam klinik ini juga terdapat Pusat Layanan Kesehatan HIV/AIDS.

“Dengan adanya klinik ini, warga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih intensif. Apalagi, penyakit seperti IMS ini merupakan penyakit yang membutuhkan waktu lama dalam penyembuhan. Sehingga pasien tidak bisa hanya datang sekali berobat. Harus berkali-kali memeriksakan ke puskesmas,” ungkapnya.
Sebelum adanya layanan khusus penyakit IMS ini, para pasien Puskesmas Wates harus memeriksakan dirinya bersama pasien lain penderita infeksi saluran kencing. Selain tidak maksimal dalam hal penyembuhan, hal itu juga mengakibatkan penderita IMS sulit dideteksi.
“Kalau dulu gabung dengan pemeriksaan infeksi saluran kencing. Jadi, penanganannya agak susah. Sekarang penanganan lebih mudah. Karena kita bisa mendorong pasien memeriksakan diri bersama pasangannya, untuk mencari sumber penyakit itu sendiri,” ungkapnya.