TMII Gelar Lomba Lagu Cinta Tanah Air dan Daerah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Untuk membangkitkan semangat cinta Indonesia pada anak-anak, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar lomba menyanyi lagu Cinta Tanah Air dan Nuansa Daerah. 

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi, mengatakan, TMII berkomitmen menanamkan semangat cinta Tanah Air dan budaya bangsa kepada anak-anak sejak usia dini.

Diharapkan lewat lomba lagu ini, mereka menjadi generasi muda masa depan yang berjiwa nasionalis.

“TMII rutin mengadakan lomba ini dalam rangka membangkitkan cinta Tanah Air dan budaya daerah. Diharapkan mereka mempunyai rasa memiliki lagu-lagu ini,” kata Endang, kepada Cendana News, di sela acara di Desa Seni TMII, Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Menurutnya, ajang ini untuk edukasi kepada generasi muda, mengingat lagu-lagu nasional dan daerah sudah jarang dinyanyikan oleh anak-anak. Seperti lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa, Nyiur Hijau, Indonesia Pusaka, dan Tanah Air.

“Ini kan sudah jarang sekali dinyanyikan anak-anak. Di sekolah sendiri sepertinya hanya lagu Indonesia Raya, lagu yang lain sudah agak tergeser,” ujarnya.

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi. -Foto: Sri Sugiarti

TMII berupaya untuk membangkitkan kembali lagu cintah Tanah Air dan budaya lewat lomba ini. Dengan harapan, generasi muda termotivasi untuk selalu mencintai bangsa Indonesia dengan ragam budaya daerahnya.

“Jadi, lomba ini mengingatkan kembali dan supaya mereka mengenal lagu Cinta Tanah Air,” tandasnya.

Selain itu, lagu daerah bertujuan untuk memotivasi mereka karena dalam lomba ini, mereka dituntut untuk bisa menyanyikan lagu daerah dengan logat atau bahasa daerah masing-masing. Seperti lagu khas Aceh ‘Bungong Jeumpa’, Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Barat, Paris Barantai, lagu khas Kalimantan Selatan, dan lainnya.

“Itu kan lagu dengan bahasa daerah. Jadi, secara tidak langsung kita memperkenalkan dan mengarahkan anak belajar bahasa daerah,” tuturnya.

Kompetisi ini juga mengajarkan mereka untuk bersosialisasi, saling mengenal dan menghargai antarpeserta. Mereka juga bisa belajar dari temannya yang tampil lomba, sehingga pengetahuan seninya bertambah.

Diharapkan, manakala mereka kalah pun tetap berjiwa sportif. Karena menang dan kalah dalam perlombaan adalah sebuah prestasi juga. Yang terpenting tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri atas kemenangannya.

“Ajang ini edukasi bagi mereka, dan kalah menang itu biasa, yang terpenting semangat mencintai Tanah Air dan budaya bangsa,” ujarnya.

Lomba ini diperuntukkan bagi anak-anal berusia 7 hingga 13 tahun. Ada pun lagu bertema Tanah Air yang dilombakan, yaitu Indonesia Pusaka, Indonesia Jaya, Rayuan Pulau Kelapa, Nyiur Hijau, dan Tanah Air.

Sedangkan lagu daerah yang dilombakan, di antaranya, Ampar-Ampar Pisang, Bungong Jeumpa, Paris Barantai, Sang Bumi Ruai Jurai, Yamko Rambe Yamko, dan Angin Mamiri.

Ada pun kriteria penilaian, jelas Endang, meliputi nada, irama, dinamika, produk tone atau suara, improvisasi, penguasaan materi, dan penampilan aksi panggung.

Melalui lomba ini, Endang berharap pemenangnya bisa menjadi generasi muda yang nantinya bisa mengikuti iven nasional yang digelar TMII, seperti Parade Lagu Daerah dan sebagainya.

Acara ini diselenggarakan oleh Bagian Diklat dan Pembinaan Potensi, Bidang Program Budaya TMII, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2018.

Para juara I, II, III, akan mendapatkan Piala Direktur Utama TMII dan Piagam Penghargaan serta uang pembinaan dari pimpinan anjungan daerah.

Matthew Mashandro Elltan, salah satu peserta mengaku, sering ikut lomba menyanyi, tapi baru pertama kali ini tampil di TMII.

Dia merasa bangga bisa ikut lomba lagu cinta Tanah Air dan daerah yang diadakan TMII.

“Saya dari Semarang, lagi liburan sekolah ke Jakarta, dikasih tahu saudara kalau ada lomba nyanyi di TMII. Ya, saya daftar dan puji Tuhan bisa tampil di TMII, bangga, ya. Saya bawain lagu Nyiur Hijau dan Bungong Jeumpa,” kata Metthew.

Vanessa Bella dengan busana daerah warna merah membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa dan Angin Mamiri. Suaranya sangat merdu memukau penonton dan para juri.

Begitu juga dengan aksi panggung Aqilah Muhyidina Anissya’ban. Dia sukses menyanyikan lagu Nyiur Hijau.

Lihat juga...