Benteng Portugis di Pulau Cingkuak Akan Dijadikan Obwis
PADANG – Pulau Cingkuak yang terletak di Teluk Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, memiliki peninggalan benteng Portugis yang digunakan sebagai gudang lada, di masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Pulau ini memiliki peranan yang besar pada masa VOC.
Kini, peninggalan masa VOC tersebut akan dijadikan sebagai tempat wisata. Cara yang dilakukan oleh Pemkab Pesisir Selatan, yakni mengubah sebuah tampilan yang menciptakan nuansa Portugisnya.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, alasan utama yang membuat Pemkab Pesisir Selatan melakukan hal itu karena memang daerah Selatan dari Sumatra Barat ini memiliki julukan daerah Negeri Sejuta Pesona.
Menciptakan nuansa Portugis dimulai dari menyediakan baju-baju ala Portugis, baik bagi perempuan maupun laki-laki dengan segala ukuran.
Dengan wisata serba Portugis, ke depan wisatawan yang ke pulau Cingkuak tidak hanya sebatas menikmati pasir nan putih serta menjajal berbagai wahana permainan air dan lainnya, namun juga bisa mengenakan baju ala Portugis di masa lampau. Juga bisa menjajal kapal-kapal wisata yang dibuat sama persis dengan kapal Portugis.

“Dengan adanya benteng Portugis sebagai bukti sejarah, maka akan lebih menarik. Pelayanan pariwisata di pulau tersebut akan kita buat dengan nuansa Portugis,” ucap Bupati, Minggu (30/6/2019).
Menurutnya, dengan menciptakan suasana yang unik di objek wisata akan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung. Untuk itu, sebagai langkah awal yang dilakukan, yaitu perbaikan kembali benteng Portugis yang ada, serta membangun sejumlah bangunan ala Portugis.
“Tentunya saya berharap, adanya terobosan baru untuk peningkatan pariwisata, kita yakin akan menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung,” kata Hendrajoni.
Dikatakannya, Pemkab Pesisir Selatan akan mengembangkan wisata serba Portugis di Pulau Cingkuak yang berada di kawasan objek wisata Pantai Carocok Painan. Hal itu dilakukan dalam upaya menarik kedatangan wisatawan.
“Dengan terobosan ini, kami yakin Pesisir Selatan akan kembali menjadi buah bibir di kalangan wisatawan, dan hal ini tentu saja akan sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan,” katanya.
Pulau Cingkuak ini bisa dijangkau dengan menaiki kapal wisata lebih kurang 10 menit. Setiap hari, dari dermaga Pantai Carocok Painan selalu ada kapal yang siap melayani wisatawan.
Biasanya, di Pulau Cingkuak wisatawan menghabiskan waktu untuk bermain air mulai dari berenang, mengamati terumbu karang dan ikan kecil, serta menjajal berbagai wahana permainan air, seperti speed boat dan banana boat.
Di lokasi terdapat pohon-pohon yang rindang serta ratusan pohon kelapa yang membuat suasana lebih menarik. Jika Anda berkunjung ke Pantai Carocok, tidak lengkap rasanya jika tidak menyaksikan wisata sejarah Benteng Portugis.
Keberadaan Pulau Cingkuak, tidak lepas dari adanya Carocok Painan, karena setiap pengunjung yang datang ke Carocok Painan, sebagian besar juga menuju ke Pulau Cingkuak.
Sementara itu Benteng peninggalan VOC ini, jika dilihat dari sejarahnya, pada 1666, di Pulau Cingkuak tersebut merupakan kompeni dagang VOC yang membangun loji di pantai barat Sumatra. Pulau Cingkuak merupakan pusat kegiatan perdagangan di kawasan selatan pesisir barat Minangkabau.
Pada masa kejayaannya, di pulau ini pernah ditempatkan 59 petugas (aparat) VOC yang dipimpin oleh seorang Koopman.
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatra Barat wilayah Kerja Sumatra Barat, Riau dan Kepulauan Riau, menyebutkan, Pulau Cingkuak menjadi cabang utama VOC di Pantai Barat Sumatra. Namun pada 1818, dibangun kembali pos perdagangan.
Selanjutnya, untuk peninggalan-peninggalan arkeologi yang terdapat di Pulau Cingkuak berupa sisa-sisa benteng yang tidak utuh hanya berupa tembok pagar sebelah timur, pintu utama di bagian barat, dan dermaga di sebelah timur. Juga terdapat Kherkof makam dari bahan batu marmer bertuliskan bahasa Portugis dan sebuah lubang (sumuran).
Tidak hanya itu, Kawasan Pulau Cingkuak juga telah menjadi bagian dari Cagar Budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatra Barat wilayah Kerja Sumatra Barat, Riau dan Kepulauan Riau dengan Nomor Inventaris 04/BCB-TB/A/14/2007. Upaya untuk pemutakhiran Benteng Portugis di Pulau Cingkuak dilakukan pada 2017.