KKP Wilker Bakauheni: Ratusan Pemudik Alami Gangguan Kesehatan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang, Wilker Bakauheni telah menangani lebih dari 250 pasien. Pemudik yang dirawat di posko kesehatan merupakan calon penumpang selama angkutan lebaran (Angleb) 2019.
Suwoyo, Kepala KKP Kelas II Panjang Wilker Bakauheni sekaligus koordinator posko kesehatan angkutan lebaran 1440 H menyebut jumlah tersebut dicatat sejak dua pekan sebelum dan sesudah lebaran.
“Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan umumnya akibat kondisi fisik tidak fit, kurang asupan makanan sebelum bepergian serta sudah memiliki riwayat gangguan kesehatan bawaan sebelum mudik,” papar Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (14/6/2019).
250 pasien, didominasi oleh wanita dan anak anak. Kondisi ruang tunggu pelabuhan yang sesak saat puncak arus mudik, balik mengakibatkan asupan oksigen kurang. Kapasitas ruang tunggu yang terbatas tidak sebanding dengan jumlah calon penumpang membuat fasilitas air conditioner (AC) tidak berfungsi dengan baik.
Sesuai data posko kesehatan tercatat selama angleb 2019, sekitar 30 pasien mengalami pingsan. Penumpang pingsan rata rata berada di gangway, antrian pembelian tiket pejalan kaki dan kendaraan.
“Banyaknya pasien di posko kesehatan sekaligus menjadi evaluasi bagi kami untuk disampaikan ke pihak terkait agar tidak terulang pada angleb mendatang,” ujarnya.
Sesuai data, jumlah pasien yang dirawat selama tahun 2019 masih didominasi diare, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), gangguan pencernaan, hipertensi, kardiovaskular serta sejumlah gangguan kesehatan bawaan. Kelelahan (Fatique) sebanyak 23 orang, pusing (Chepalgy) 19 orang, ISPA 13 orang, kecelakan sebanyak 11 orang dan gangguan pencernaan sebanyak 10 orang, sisanya merupakan pasien dengan gangguan kesehatan bawaan seperti hipertensi, kardiovaskular dan penyakit lain.
“Pasien yang dirujuk ke kantor pelayanan kesehatan pratama Puskesmas 3 orang dan dirujuk ke rumah sakit 3 orang,” tambahnya.
Ditambahkan, posko kesehatan masih akan dibuka hingga Minggu (16/6) mendatang. Sementara sejumlah petugas bantuan dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan sudah ditarik dan kembali ke Puskesmas.
“Selama angleb 2019, sebanyak 7 orang tenaga medis KKP kelas II Panjang dan 2 petugas dari Puskesmas disiagakan,” sebutnya.

Berakhirnya posko kesehatan angleb 2019 diakui Jimmy Banggas Hutapea, kepala Dinas Kesehatan Lamsel. Ia menyebut posko kesehatan berkoordinasi dengan unsur kepolisian, Dinas Perhubungan dan unsur lain. Sepanjang angleb 2019 didirikan posko kesehatan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), pelabuhan Bakauheni, rest area masjid agung Kalianda, exit tol Hatta hingga exit tol Natar ruas tol Bakauheni Terbanggi Besar.
Sejumlah posko kesehatan dan tenaga medis untuk pelayanan angleb 2019 sudah berakhir. Ia juga memastikan selama angleb 2019 tidak terjadi kejadiaan kecelakaan yang cukup fatal. Pengoperasian jalan tol Sumatera sehingga volume kendaraan di Jalinsum menjadi faktor menurunnya angka kecelakaan.
“Meski sudah berakhir, sejumlah Puskesmas di sepanjang Jalinsum tetap bisa menjadi pusat layanan kesehatan pengendara yang melakukan perjalanan melalui Jalinsum,” pungkasnya.