Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi – 24/09/2025
“Ternyata tidak hanya berani gebrak meja kampanye”. “Di PBB pun berani gebrak meja”.
Itu komentar netizen Indonesia. Ketika mengometari “komentar Presiden AS Trump” terhadap Pidato Presiden Prabowo. Pada Sidang Umum Majelis Umum PBB 23/9/2025.
“Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak.”
Komentar Trump disampaikan pada forum multilateral. Usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato pada Sidang Umum Majelis Umum PBB.
Sejauh ini ada tiga keberhasilan Presiden Prabowo dalam diplomasi internasional. Pertama, berhasil menggiring publik internasional untuk concern penyelesaian Palestina. Kedua berhasil menempatkan Indonesia dalam pusaran lobi geopolitik tingkat tinggi. Ketiga, berhasil menjadi komunikator dunia Islam dengan barat.
Untuk keberhasilan pertama: menggiring publik internasional. Kita telusuri jejak pada berbagai forum: bilateral, regional, multilateral.
Tanggal 1/6/2024 – Shangri-La Dialogue (Singapura). Sebelum dilantik sebagai presiden. Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza bila diminta PBB. Solusi dua negara sebagai jalan keluar damai. Menawarkan bantuan kemanusiaan & evakuasi medis untuk Gaza. Tanggal 20/10/2024 – Pelantikan Presiden RI. Pada pidato inaugurasi, menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan solidaritas pada bangsa tertindas.
Tanggal 18/11/ 2024 – KTT G20 (Rio de Janeiro, Brasil). Mendesak gencatan senjata di Ukraina dan Gaza. Menyatakan perdamaian & stabilitas syarat penting mengatasi tantangan global. Tanggal 19 Desember 2024 – KTT D-8 ke-11 (Kairo, Mesir). Menyerukan persatuan negara-negara D-8 mendukung Palestina & Lebanon. Menekankan perlunya langkah konkret. Pada saat menyampaikan pandangannya, kursi duduknya disenggol Erdogan.