Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi – 03/01/2026
Sebelum menjawab pertanyaan: “siapa orang Indonesia asli”, terlebih dahulu harus dijelaskan apa yang dimaksud dengan bangsa. Bagaimana konsep bangsa Indonesia dipahami.
Tanpa kejelasan “konsep bangsa”, istilah orang Indonesia asli mudah disalahartikan secara sempit. Seolah-olah merujuk persoalan ras atau keturunan biologis. Padahal maknanya jauh lebih kompleks. Berakar pada sejarah, geopolitik, serta pengalaman panjang perjuangan kebangsaan.
Pada tradisi pemikiran modern, konsep bangsa banyak dirumuskan pemikir-pemikir Eropa. Ernest Renan, seorang sejarawan dan filsuf Prancis abad ke-19, memandang bangsa sebagai kehendak hidup bersama. Ialah suatu kesepakatan kolektif yang terus diperbarui dari hari ke hari.
Sementara itu, Otto Bauer, pemikir sosialis dan teoritikus dari Austria, mendefinisikan bangsa sebagai kesatuan karakter yang terbentuk oleh persamaan nasib sejarah. Bauer menekankan pengalaman sejarah yang dialami bersama dalam jangka panjang. Akhirnya membentuk watak dan identitas kolektif suatu bangsa.
Kedua konsep itu menempatkan “bangsa” sebagai konstruksi sosial. Bertumpu pada pengalaman manusia, kehendak kolektif, dan proses sejarah. Konsep-konsep ini lahir dari pengalaman Eropa dan lebih cocok menjelaskan bangsa-bangsa imigran atau bangsa-bangsa baru yang terbentuk tanpa keterikatan historis yang kuat dengan suatu wilayah tertentu.
Dalam kerangka ini, bangsa dipahami terutama sebagai komunitas manusia saja. Faktor wilayah dan keterikatan dengan tanah leluhur belum mendapat perhatian yang memadai.
Dalam sidang-sidang BPUPKI, Soekarno mengkritik konsep kebangsaan ala Renan dan Bauer itu. Dianggapnya belum lengkap. Kadaluwarsa. Konsep tersebut belum memasukkan unsur geopolitik. Ialah hubungan tidak terpisahkan antara manusia dan wilayah tempat ia tumbuh dan hidup.