Polres Lamsel Siapkan Puluhan Pos dan Jalur Alternatif

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kepolisian Resor Lampung Selatan, melakukan sejumlah persiapan untuk melayani masyarakat pada arus mudik dan balik Lebaran 2019 (1440 H).

Kapolres Lamsel, AKBP Muhamad Syarhan, menyebut kepolisian akan mentetapkan Operasi Ketupat mulai 29 Mei-10 Juni. Sesuai arahan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Refdi Andri, sejumlah Polres yang menjadi jalur mudik harus mendapat pengamanan ekstra.

Menurut Muhamad Syarhan, puluhan pos akan ditempatkan mulai dari pelabuhan Bakauheni hingga wilayah hukum polres lain. Meliputi 1 pos terpadu, 1 pos pelayanan (posyan), 9 pos pengamanan (pospam) dan 9 pos pantau.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhamad Syarhan -Foto: Henk Widi

Sejumlah pos tersebut akan disiapkan di sejumlah Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) dari Bakauheni hingga Natar. Selain itu, ditempatkan sejumlah pos di Jalan Lintas Timur (Jalintim) dari Bakauheni hingga perbatasan Lampung Timur.

Pada 2019, fokus pengamanan Polres Lamsel akan dilakukan pada sejumlah titik. Pada ruas Jalinteng mulai dari Bakauheni hingga Natar sepanjang 110 kilometer, disiapkan sejumlah pos. Hal yang sama juga dilakukan pada Jalintim dari Bakauheni hingga perbatasan Lamtim sepanjang 40 kilometer. Pada ruas jalan tersebut, ditempatkan pos pantau, pos pelayanan dan pos pengamanan.

“Pada angkutan mudik dan balik tahun ini, penggunaan jalan tol Sumatra di wilayah hukum Polres yang bisa digunakan sebagai jalur mudik, total 101 kilometer. Selebihnya masuk wilayah hukum Polres Lampung Tengah,” terang Kapolres Lamsel, AKBP Muhamad Syarhan di Lampung Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Penanganan lalu lintas di Jalan Tol Sumatra, sebut Muhamad Syarhan, akan dilakukan oleh Ditlantas Polda Lampung dan PT Hutama Karya (HK) sebagai pengelola jalan tol.

Meski demikian, di sejumlah akses masuk dan keluar menuju jalan tol mendapat perhatian dari Polres Lamsel. Sebab, di sejumlah pintu keluar dan masuk kerap berpotensi menimbulkan kemacetan. Titik tersebut meliputi pintu tol Bakauheni, Kalianda, Sidomulyo, dan Tanjungbintang.

Selain melalui Jalinteng, Jalintim dan jalan tol, Polres Lamsel juga sudah menyediakan jalur alternatif. Meliputi simpang Gayam menuju simpang Lima sepanjang 15 kilometer, Simpang Gayam menuju simpang Kalianda sepanjang 25 kilometer.

Simpang Palas menuju simpang Bunut sepanjang 25 kilometer. Simpang Bayur menuju ke simpang Tanjung Bintang sepanjang 24 kilometer, dan simpang PJR ke Sribawono sepanjang 22 kilometer.

Sejumlah jalur alternatif tersebut diakui mantan Kapolres Pesawaran bisa dilintasi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Jalur alternatif bisa dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas, saat jalur utama mengalami kendala akibat kecelakaan, atau terjadi longsor atau macet.

Ada pun antisipasi macet dilakukan dengan pembagian brosur, memasang rambu-rambu, pengaturan dan penjagaan serta rekayasa lalu lintas sistem buka tutup.

“Titik rawan kemacetan di antaranya di pasar Natar, pantai pasir putih, simpang merak Belantung dan simpang Bakauheni,” terang Muhamad Syarhan.

Pergerakan kendaraan yang terpecah saat arus mudik dan balik Lebaran, juga telah diantisipasi dengan pengaturan kendaraan barang.Pelarangan dilakukan beberapa hari sebelum puncak arus mudik dan arus balik.

Selain itu, pola pergerakan kendaraan roda dua dari Pulau Jawa ke Sumatra kerap dilakukan pada malam hingga pagi hari. Pergerakan kendaraan yang cukup banyak tersebut, berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamsel, dalam penyiapan ambulans, Puskesmas dan rumah sakit. Sebab di sejumlah pos pelayanan, Polres Lamsel juga telah menyiagakan PMI, Pramuka, dan mobil ambulans.

Selain fokus pengamanan di jalur mudik, AKBP Muhamad Syarhan menyebut pengamanan di pelabuhan Bakauheni menjadi perhatian. Pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan tetap dilakukan mengantisipasi penyelundupan narkoba dan barang terlarang.

Seperti pengalaman tahun sebelumnya, sebanyak 170.000 penumpang, di antaranya 27.973 orang merupakan penumpang pejalan kaki. Kecenderungan penumpang pejalan kaki dari Merak yang memilih untuk beristirahat atau bermalam di area ruang tunggu pelabuhan masih menjadi tren.

Kekuatiran terkait keamanan membuat penumpang memilih menunggu hingga siang hari. Selain itu, tidak tersedianya armada lanjutan ke daerah tujuan menjadi penyebab penumpang memilih menginap di pelabuhan.

“Koordinasi dengan ASDP dan pihak terkait, bisa menjadi solusi agar arus mudik lancar, sekaligus memberi kenyamanan bagi masyarakat,” terang Muhamad Syarhan.

Selain persiapan untuk kelancaran arus mudik, Polres Lamsel melalui Satlantas juga telah melakukan antisipasi rekayasa lalu lintas di pelabuhan Bakauheni.

Rekayasa lalu lintas tersebut, di antaranya dilakukan saat puncak arus balik kendaraan dari Sumatra menuju Jawa. Rekayasa yang akan dilakukan, di antaranya dengan membuat jalur khusus kendaraan roda dua, agar terpisah dengan kendaraan roda empat. Area parkir dermaga 1 bahkan dikhususkan untuk kendaraan roda dua saat arus balik.

Pengaturan area parkir di dalam area pelabuhan telah dilakukan oleh PT. ASDP, mengantisipasi penumpukan. Area parkir khusus kendaraan roda dua, kata Muhamad Syarhan, akan diberi fasilitas tenda dan kipas angin.

Sesuai kapasitas, area parkir dermaga reguler bisa menampung 4.560 unit kendaraan dan 600 kendaraan bisa ditampung di dermaga eksekutif. Rekayasa lalu lintas dengan penyiapan kantong parkir di sejumlah rumah makan, juga telah dilakukan oleh Polres Lamsel, guna mengantisipasi kemacetan menuju pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...