Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Milenial

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LARANTUKA — Pendidikan karakter di era milenial dinilai penting membentengi pelajar dari derasnya arus informasi. Era digital membuat segala informasi, baik yang positif maupun negatif mudah diperoleh dan dapat mempengaruhi dan mengubah prilaku dari generasi penerus bangsa.

Maksimus Masan Kian ketua Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) cabang Flores Timur. Foto : Ebed de Rosary

“Sadar atau tidak sadar, perkembangan informasi dan teknologi yang tidak cerdas dimanfaatkan, berdampak buruk dalam penumbuhan mental dan karakter anak,” sebut Maksimus Masan Kian, ketua Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) cabang kabupaten Flores Timur, Kamis (9/5/2019).

Maksimus Masan Kian yang juga merupakan Instruktur Literasi Nasional 2019, pada sesi pemaparan materi di hadapan siswa dan guru membeberkan prilaku-prilaku generasi millenial yang mengarah pada jurang kehancuran.

Hari-hari ini, kata Maksi sapaannya, diperhadapkan pada meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, kecanduan akan penggunaan smartphone serta rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru dan sikap fanatik terhadap kelompok tertentu.

“Selain itu rendahnya rasa tanggungjawab, menurunnya etos kerja, saling curiga dan kurang peduli antar sesama, hoaks, dan membudayanya ketidakjujuran. Kita butuh pikiran yang cerdas, kreatif dan inovatif, beriman dan bertakwa, jujur, bertanggungjawab, saling menghargai, toleran, suka menolong, bersih dan sehat, disiplin, kooperatif, kompetitif dan lain-lain,” tuturnya.

Maksi menambahkan, generasi saat ini butuh penguatan nilai karakter dengan Tuhan, untuk diri sendiri, nilai kebangsaan, dan nilai terhadap sesama dan lingkungan.

“Membentuk karakter anak mesti melewati piramida karakter yang seimbang, dimulai dari mengetahui nilai karakter, memahami, membiasakan, meyakini dan melakukan tahapan ini secara berkelanjutan dan terus dipertahankan,” ungkapnya.

Petrus Kia Kedang, Kepala SMPN 1 Lewolema menyampaikan pentingnya mengagendakan adanya kegiatan seminar seputar pendidikan karakter. Momentum yang pas SMPN 1 Lewolema menggelar kegiatan seminar tentang pendidikan karakter.

“Saat ini bangsa kita sedang cemas akan derasnya arus perkembangan informasi dan teknologi. Jika tidak selektif dan adaptif, kita akan terjerumus ke dalam jurang kehancuran,” sebutnya.

Nilai karakter yang tertanam pada diri anak tegas Petrus, akan luntur jika anak tidak mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi di era ini. Harus ada upaya bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat yang nyaman untuk tumbuh dan berkembangnya anak.

“Perlu dilakukan sebuah upaya secara bersama-sama baik orang tua maupun pihak sekolah agar daya kreasi, inovasi anak berkembang. Juga terbentuknya nilai karakter yang menyatu pada diri anak,” sebutnya,

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema, mengisi momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dengan menggelar seminar Materi Pendidikan Karakter.

Hadir sebagai narasumber, Maksimus Masan Kian, Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Flotim. Materi pendidikan karakter sejalan dengan tema Hardiknas 2019 yakni Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan dengan Mewujudkan SDM Kompetitif, Inovatif dan Berkarakter.

Lihat juga...