Pemudik di Jembrana, Waspadai Pohon Tumbang di Jalur Hutan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBRANA –  Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mengimbau kepada para calon pemudik yang ingin melewati jalur Denpasar-Gilimanuk untuk berhati-hati.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila A.P mengatakan, hal ini mengingat jalur yang dilalui oleh para pemudik khususnya di sepanjang jalan Kabupaten Jembrana merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana alam.

Eko menyebutkan, bencana alam yang dimaksud adalah bencana pohon tumbang. Biasanya bencana ini terjadi di kawasan hutan di wilayah hutan Bali Barat yakni sebelum memasuki Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

“Ya biasanya di daerah tersebut (wilayah hutan Bali Barat) biasanya terjadi pohon tumbang. Oleh sebab itu kami mengimbau kepada para pengguna jalur mudik untuk lebih hati-hati,” ujar Eko saat ditemui, Rabu (29/5/2019).

Eko menyebutkan, hal tersebut disebabkan karena musim arus mudik kali ini memasuki musim penghujan dan angin yang tidak menentu. Alam  tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak BPBD menyiapkan petugas dan alat yang tergabung dalam Pos Ketupat Agung 2019. Misalnya Senso dan Genset.

Salah satu Pos BPBD yang tergabung dalam Pos Gabungan Ketupat Agung 2019 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. -Foto: Sultan Anshori.

Bahkan, jauh hari sebelumnya, pihaknya sudah melakukan penebangan terhadap pohon-pohon yang diprediksi akan tumbang bila diterjang angin.

“Untuk tahun ini,  puluhan petugas dan peralatan yang memadai  kami tempatkan di tiga pos yaitu Pos Banyubiru, Cekik dan Gilimanuk,” imbuh Eko.

Eko menambahkan, diharapkan para pemudik untuk tetap mematuhi aturan yang disarankan oleh petugas. Menurutnya, waktu yang pas untuk melakukan aktivitas mudik ada baiknya dilakukan pada siang hari. Sehingga sore masyarakat sudah bisa memasuki Pelabuhan Gilimanuk untuk kemudian dilanjutkan menyeberang ke pulau Jawa.

“Karena kalau melihat situasi seperti saat ini di Kabupaten Jembrana sore hari sering mendung dan kemudian hujan. Oleh sebab itu, kami sarankan untuk mengatur jadwal kepulangan dengan sebaik mungkin,” tandas Eko.

Arus mudik libur Idul Fitri 1440 H kali ini yang melalui jalur darat khusus jalur Denpasar-Gilimanuk diprediksi akan meningkat. Hal ini disebabkan karena masyarakat banyak beralih menggunakan moda transportasi darat akibat mahalnya harga tiket pesawat yang cukup mahal.

Sebut saja Herman, pria asal Malang ini memilih menggunakan mobil bersama kawan-kawannya untuk mudik ke kampung halaman. Terkait keberangkatan, pihaknya lebih memilih di waktu siang hari karena menghindari cuaca buruk baik di perjalanan maupun saat di atas kapal.

“Biasanya sore hari di Jembrana itu hujan, Mas. Kami takut ada pohon tumbang,” pungkas Herman.

Lihat juga...