Pantai Ngrawe Dikelola Investor, Warga Berharap Tetap Dilibatkan

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Masuknya investor dari luar daerah untuk mengembangkan Pantai Ngrawe, di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta memberikan dampak positif dari sisi pariwisata. 

Hanya dalam waktu singkat, objek wisata yang belum resmi dibuka tersebut langsung ramai dikunjungi wisatawan. Pengelolaannya yang berbeda dari pantai lain, menjadi pendorong tingginya tingkat kunjungan.

Selain lebih bersih, indah dan tertata, objek wisata di dekat Pantai Kukup tersebut juga menawarkan fasilitas memadai, mulai dari bangunan penunjang seperti gazebo, gardu pandang, musala, hingga taman dan lanskap kawasan yang lebih modern.

Salah seorang pengunjung, Rizky, asal Yogyakarta menyebut, berbagai fasilitas itu berdampak positif bagi pengunjung atau wisatawan. Selain menjadi daya tarik tersendiri, hal itu juga membuat wisatawan merasa lebih betah dan nyaman. “Memang kalau dilihat dari penataan pantai dan fasilitasnya, bagus sekali. Beda jauh dengan pantai lainnya. Karena wisatawan jadi lebih nyaman. Kalau semua pantai bisa dikelola seperti ini akan bagus,” ujarnya, Jumat (3/5/2019).

Salah seorang pedagang di pantai Ngrawe asal Dusun Sumuran Kemadang, Desi – foto Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, sejumlah warga desa sekitar, sampai saat ini mengaku masih dilibatkan dalam pengelolaan Pantai Ngrawe. Meski dikelola investor, warga tetap diberi tempat untuk berdagang aneka makanan maupun minuman. Tersedia 24 kios yang dibangun pengelola untuk warga berdagang.

“Ya, warga boleh berjulan disini. Tapi hanya khusus warga desa Kemadang saja. Sampai saat ini kita belum ditarik biaya. Hanya diminta menempati saja. Tapi belum tahu nanti saat sudah resmi dibuka,” ujar salah seorang warga sekitar yang berjualan di salah satu kios pedagang Pantai Ngrawe, Desi, asal dusun Sumuran, Kemadang.

Desi dan para pedagang lain berharap, mereka dapat tetap berjualan di Pangai Ngrawe. Meskipun nantinya mereka harus ditarik biaya sewa atau semacamnya, hal tersebut tidak mengurangi minat untuk tetap berdagang.  “Kalau bisa ya, tetap boleh berjulan disini. Walaupun nanti harus sewa. Jangan sampai warga sekitar tidak ikut merasakan dampak pariwisata, karena tidak boleh berjulan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pantai Ngrawe di Dusun Sumuran, Gunungkidul, saat ini dikelola oleh investor swasta. Hal tersebut membuat penataan kawasan pantai menjadi lebih menarik bagi wisatawan. (Baca: https://www.cendananews.com/2019/05/investor-swasta-kelola-pantai-ngrawe-gunungkidul.html).

Lihat juga...